Sukabumi, Komunitas la-li. Hari Sabtu (12/5) radio komunitas CBS FM Sukabumi melaksanakan acara talkshow yang ke empat (4) kali dalam melaksanakan program kampanye pasar sehat di wilayah Kabupaten Sukabumi. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari komunitas konsumen pasar Sukaraja yang diwakili oleh Asep Suherlan dengan topik seputar pasar sehat dan kaitannya dengan daging unggas yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Asep (32), menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu masyarakat seringkali menjadi korban kecurangan pedagang di pasar karena minimnya pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam memilih daging ayam yang sehat dengan harga yang terjangkau. Warga sering kali terjebak dengan penawaran harga yang lebih murah dengan selisih harga antara dua ribu hingga empat ribu rupiah per kilonya. Sementara itu masyarakat yang membeli tak begitu jeli dengan harga yang ditawarkan tersebut dan tidak tahu apakah daging tersebut masih layak/sehat atau tidak untuk dikonsumsi, namun saat ini beliau mengakui bahwa kondisi di pasar Sukaraja dirasakan mulai tertib dan cenderung lebih bersih serta dagangannya (daging ayam) lebih terjamin.
Asep menambahkan bahwa dengan adanya program kampanye pasar sehat yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukabumi pada umumnya dan di pasar Sukaraja pada khususnya akan memberikan dampak yang positif bagi warga masyarakat sebagai konsumen pasar, program ini akan semakin mendorong serta menguatkan komitmen semua pihak yang terkait dalam menciptakan kondisi dan situasi pasar yang lebih terjamin kesehatannya.
“Program talkshow semacam ini akan turut mensukseskan dalam mensosialisasikan mengenai hak-hak konsumen dalam mendapatkan daging unggas yang layak/sehat sesuai yang diharapkan/diinginkan warga pada umumnya serta dapat membantu menambah wawasan/pengetahuan bagi warga masyarakat secara luas, sehingga secara perlahan warga sebagai pembeli akan lebih diuntungkan dan memiliki pengetahuan yang memadai. Memang selama ini kondisi beberapa pasar tradisional sebagai tempat tersedianya daging unggas yang cenderung kondisinya kotor dan dirasakan kurang nyaman bahkan terkesan kumuh, kondisi pasar yang seperti ini dikeluhkan oleh kalangan konsumen yang datang untuk berbelanja di pasar tradisional” ungkapnya. (zek@la-li)