Musim panen tebu telah tiba seiring telah dimulainya proses giling oleh beberapa pabrik gula (PG) di Jateng. Petani tebu di Kabupaten Rembang menyambut girang musim panen sambil berharap cuaca bisa bersahabat.
Pasalnya, jika kondisi cuaca lebih banyak hujan, maka panen akan tersendat. Selain itu, akan berpengaruh pada rendemen tebu.
Bagi petani tebu yang lahannya berada di tepi jalan, saat ini mereka sudah melakukan penebangan. Namun, bagi petani yang lahannya jauh dari jalan, mereka harus bersabar beberapa waktu menunggu kondisi tanah benar-benar keras untuk bisa dilewati truk pengangkut.
Hermanto, salah satu petani tebu asal Kecamatan Sulang, mengatakan, musim giling tebu tahun ini sudah dimulai pada awal Mei lalu.
”Saat ini petani tebu telah memasuki masa panen. Hanya saja, untuk sementara lahan yang berada di tepi jalan yang sudah dilakukan penebangan. Yang jauh dari dari jalan, masih menunggu kondisi tanah untuk bisa dijangkau angkutan,” katanya.
Menurut Hermanto, cuaca sangat mempengaruhi keberhasilan panen tebu dan produksi gula. Tahun lalu cuaca sangat tidak mendukung karena kerap terjadi hujan. Hal ini menyebabkan pendapatan petani tebu bisa berkurang Rp 6 juta-Rp 7 juta per hektar.
”Waktu itu, kami harus mengeluarkan biaya tambahan buruh angkut. Pasalnya, truk tidak mampu menjangkau lahan tebu yang tergenang air,” tambahnya.
Selain itu, tambahnya, akibat hujan yang masih turun, rendemen tebu menjadi rendah, antara 5,8 persen hingga 6 persen. Pada tahun ini, petani berharap rendemen tebu mencapai 7-8 persen.
Sholeh, salah satu petani asal Desa Jatimudo Kecamatan Sulang juga berharap sama sehingga proses tebang angkut dapat berjalan lancar.
Praktik tebang angkut tebu yang berlarut-larut, akan merugikan petani itu sendiri.
"Kalau proses tebang angkut tersendat, petani akan rugi karena menurunkan rendemen," kata Sholeh.
Saat ini rendemen tebu diperkirakan rata-rata 7,4 persen, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya 5,98 persen. Rendemen itu akan makin turun apabila terjadi hujan hingga Agustus nanti.
Sementara harga tebu di tingkat petani pada awal musim panen ini berkisar Rp250 hingga Rp300 per kilogram bergantung jenis tebu dan kualitas panenan. (Muhtarom)