Labuhan Batu Utara (suarakomunitas.net), Instalasi listrik PLN di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhan Batu Utara sangat rawan memakan korban. Pasalnya pemasangan instalasi yang ada di pinggir jalan desa sangat amburadul. Kondisi ini meresahkan warga desa yang melintasi jalan. Tiang listrik di beberapa ruas jalan dan perkebunan sawit terlihat doyong dan kabelnya bahkan menjulur hampir menyentuh tanah. Warga sangat kuatir akan keselamatan pengguna jalan khususnya anak sekolah.
Buruknya instalasi PLN ini disinyalir menjadi penyebab tegangan listrik ke pelanggan tidak mencukupi standard yakni 220 volt. Tegangan listrik pada malam hari bahkan turun hingga 120 volt. Hal ini menyebabkan peralatan elektronik seperti lampu, TV dan mesin pompa air rusak dan tidak mampu beroperasi.
Masyarakat berulang kali melaporkan ke pihak PLN setempat, namun tidak pernah mendapat tanggapan. Padahal untuk pemasangan awal, PLN mematok harga Rp.3.800.000 dengan jatah kabel 15 meter. Jika pelanggan yang rumahnya lebih dari 15 meter harus membayar biaya tambahan kabel. Hal ini sangat membuka peluang adanya permainan dan praktek korupsi di tubuh BUMN tersebut. Apalagi kondisi ini telah berjalan lebih dari satu tahun lamanya dan
”Masyarakat sangat berharap kepedulian PLN sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, jangan sampai terjadi jatuh korban. Dan sebagai warga negara, masyarakat Desa Air Hitam ini harus diperlakukan sama. Karena kami juga sama-sama membayar pajak dan sama-sama mengurus KTP yang berlogo burung garuda,” jelas Supriadi salah satu warga.
Buruknya kualitas pelayanan PLN ini tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan warga. Meski tegangan tidak memenuhi standard namun rekening listrik malah melambung tinggi. Warga berharap pelayanan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti listrik ini harus dikelola secara adil tanpa ada diskriminasi antar sesama warga negara. (Hadi Siswoyo)