WAWONII (SK) - Sejak zaman nenek moyang hingga kini masyarakat wawonii memiliki mata pencaharian pada pertanian 80% dan nelayan 20 %. Masyarakat yang memilki mata pencaharian petani adalah merupakan mata pencaharian yang paling dominan di Wawonii, baik petani tanaman semusim seperti padi, jagung, dan kacang hijau, maupun tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh, jambu mete, kakao, pala, dan pisang. Sejak dari jaman nenek moyang orang Wawonii ratusan tahun yang lalu hingga sampai sekarang, profesi sebagai petani sudah menjadi pekerjaan utama dan sumber kehidupan utama masyarakat Wawonii. Keahlian sebagai petani dan lahan pertanian yang dimiliki masyarakat Wawonii saat ini adalah dua warisan sakral yang diwarisi dari nenek moyang. Maka ketika itu akan di ganti dengan tambang hal inilah yang tidak di terima oleh masyarakat Wawonii.
Potensi pengembangan pertanian tanaman pangan, khususnya padi sawah di wilayah Kepulauan wawonii sangat besar. Luas areal persawahan yang telah diolah seluas 2.081 hektar atau sekitar 35,03 % dari total luas potensi areal persawahan di daerah ini. Potensi areal persawahan ini, terutama terdapat di Kecamatan Wawonii Selatan, Wawonii Utara dan Wawonii Timur. Areal persawahan yang telah diolah Pulau Wawonii pada umumnya adalah sawah tadah hujan. Walaupun demikian, pada saat ini dibeberapa kecamatan telah terbangun sarana produksi padi sawah berupa Daerah Irigasi (DI) yaitu di Desa Labeau Kematan Wawonii Utara, Ladianta di Kecamatan Wawonii Timur Laut, Wungkolo Desa Wungkolo dan DI Wawouso Desa Wawouso Kecamatan wawonii Selatan. Sedangkan irigasi teknis dan semi teknis belum ada. Masyarakat setempat telah memanfaatkan fasilitas ini untuk mengembangkan usaha pertanian padi sawah dan tanaman jangka pendeka lainya. Seperti di Desa Labeau yang tadinya lahan persawahan yang tadinya hanya lahan tidur, kini hampir semua areal persawahan telah di garap oleh msyarakat.
Selain areal persawahan, juga terdapat potensi lahan kering yang belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Beberapa tanaman pangan lainnya yang banyak diusahakan antara lain adalah padi ladang, jagung, ubi-ubian, dan sayur-sayuran. Pola pengusahaan tanaman pangan tersebut, pada umumnya masih dalam skala kecil atau dalam bentuk usaha tani sub sistem.
Tanaman perkebunan merupakan salah satu sub sektor andalan di Pulau Wawonii. Dari luas wilayah 867,58 km2 atau 86.758 hektar yang digunakan untuk pengembangan tanaman perkebunan sampai dengan tahun 2006 adalah seluas 15.247 Ha dari luas wilayah daratan yang ada.Dengan demikian, masih sangat memungkinkan untuk pengembangan tanaman perkebunan di masa-masa yang akan datang. Komoditas perkebunan yang paling banyak diusahakan masyarakat di wilayah persiapan pemekaran adalah tanaman kakao, jambu mete, dan kelapa dalam. Selain itu, terdapat tanaman cengkeh, pala, kopi, dan lain-lain. (Ibe JRK Sultra)
viagra![]() |
Kamis, 17 Januari 2013 16:58 WIB
|
viagra![]() |
Kamis, 17 Januari 2013 16:41 WIB |
ViagraViagrahttp://www.viagra.gd
Cheap CialisCialis http://www.cheap-cialis.name