Suara Komunitas
  • HOTLINE SMS : 
  • 08180 438 9000
  • 28 Nov 14:10: 628126485xxx: : SK Pertemuan PSK 27-29 Nop. 2015 di Kawasan Gunung Api Purba.
  • 28 Nov 14:07: 6281542555xxx: : SK Pewarta suara komunitas melaksanakan pertemuan nasional 27 29 nopember 2015 di kawasan ekowisata gunung api purba nglanggeran,gunungkidul,DIY
  • 6 Oct 02:08: 6287773739xxx: : SK Hari ini, peringatan HUT TNI 70 di Cilegon Banten banyak dibicarakan media
  • 3 Oct 12:41: 6285747526xxx: : SK Sedang berlangsung sosialisasi perlindungan hukum bagi jurnalis warga, pemateri dari AJI. 12 editor wilayah SK mengikuti sosialisasi ini. Sabtu, (3/10/2015)
  • 19 Aug 06:42: 628122714xxx: : Sk berita sms masih aktif brow..
  • 12 May 04:08: 6287711594xxx: : SDN O5 Sragi, sosialisasikan ujian sekolah kepada wali murid
  • 12 May 03:05: 6287711594xxx: : KPUD kab.Pekalongan gelar rapat pleno penetapan calon terpilih anggota DPRD, pemilu 2014
  • 6 May 11:34: 6287711594xxx: : SK Pejabat sementara desa Tegalsuruh,Sragi,Pekalongan dilematis
  • 21 Mar 09:10: 6285217882xxx: : Terkait dugaan pelanggaran kampanye PD yg berlangsung 17/3, di Lap Gondang Kec Gangga Panwaslu KLU panggil Kades Loloan M.Helmi
  • 21 Mar 08:54: 6285217882xxx: : Sidrap (SK)-Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah bertempat di SDN 1 Bila melibatkan semua sekolah dasar se-Kecamatan Pitu Riase berlangsung 18-20 Maret 2014

Berhasil Membudidayakan Gaharu

10 April 12 | 09:15

Medan (Suara Komunitas.Net) Gaharu adalah produk hutan bukan kayu dalam bentuk gumpalan, serpihan yang memiliki aroma keharuman khas bersumber dari kandungan bahan kimia berupa resin (a-ß oleoresin).Tanaman ini langka dan sulit ditemukan, padahal manfaatnya sangat banyak.
Karena itupula sebuah perusahaan bersama Asosiasi Penangkar Tanaman (Aspenta) mampu membudidayakan gaharu berkualitas di Desa Timbang Jaya, Bahorok Langkat. 

Direktur PT Gaharu Sejati, Dodi Hariyanto mengatakan, saat ini sulit menemukan jenis gaharu yang memiliki kualitas. Walaupun sebagian orang mengatakan berhasil membudidayakan gaharu, akan tetapi saat ditelusuri ternyata banyak tidak memiliki kualitas.
“Saat ini, sangat sulit menemukan jenis pohon gaharu. Kebanyakan petani gaharu mengatakan dia berhasil. Namun, saat ditelusuri teryata tidak,” ungkap nya.
Dodi menjelaskan untuk mengetahui kualitas hasil gaharu,dapat dilakukan dengan cara mengopek sedikit bagian gaharu dan membakarnya.
“Jika mengeluarkan aroma wangi, berarti gaharu berhasil,” tandasnya.
Gaharu pertama dikenal dalam bentuk gubal, ditemukan di Assam, India dari pohon jenis Aquilaria agaloccha Rottb pada abad ke-7.
Di Indonesia dikenal mulai abad ke-12 dan diperdagangkan secara barter antara masyarakat Kalbar dan Sumsel dengan pedagang Kwang Tung, China. Gaharu dalam bentuk gubal semula dipungut dari pohon penghasilnya di dalam hutan dengan cara menebang pohon hidup dan mencacahnya untuk mendapatkan bagian yang berkualitas.
Dari puluhan jenis tanaman yang berpotensi, Aquilaria malaccensis adalah tanaman penghasil gaharu berkualitas terbaik dengan nilai jual tinggi. Jenis ini masuk dalam family Thymelleaceae, tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan, 0-750 m dpl, suhu rerata 32°C dengan kelembaban rerata 70%, curah hujan sekitar 2000 mm.
Tanaman ini cukup banyak potensi dan penyebarannya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau Bangka, tanaman ini sering disebut Mengkaras, sedangkan di Belitung disebut Kepang.
Saat ini Dodi bersama Aspenta mencoba melakukan budidaya jenis pohon Gaharu di daerah Desa Timbang Jaya, Bahorok Kabupaten Langkat.
“Sabtu (7/4) lalu, sudah saatnya dipanen, karena sudah berjalan 2 tahun penanaman dan 5 Bulan setelah proses penyuntikan yang diikuti 2 orang investor keturunan Tionghoa bernama Suwito Ganda dan Johan,” terang Dodi.
Akan tetapi, kata Dodi, proses panen kita tunda berhubung minimnya waktu yang dimilikinya.
“Kita ada jadwal keberangkatan ke Jambi untuk melihat lokasi yang akan kita tanam,” jelas Dodi.
Dodi berharap, masyarakat petani gaharu di Baharok memperoleh hasil tanaman seperti yang diinginkan.(Muhammad Asril)


Formulir Komentar
Belum ada komentar atas konten ini. Jadilah komentator pertama

Berita

Berbagi di Media Sosial

Tautan

Tulisan Terkait

Tulisan oleh Sekber Radkom lainnya: