Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Serba 'Ektsrim' di Kota Tomohon (Bag. 1 - Pasar Tradisional) Pengalaman

Punya rencana bepergian ke Sulawesi Utara? Jangan lupa untuk singgah di Kota Tomohon. Inilah kota yang menyimpan pesona ‘ekstrim’ bagi para penjelajah nusantara. Di kota ini kita akan menjumpai apa yang disebut ‘ekstrim’ oleh para pelancong. Mulai dari wisata kuliner sampai pada wisata alamnya. Tertarik?
Salah satu yang dijual di pasar TomohonPasar Beriman Tomohon merupakan salah satu pasar terbesar di Sulawesi Utara. Di pasar ini kita akan menjumpai apa yang tidak kita jumpai di pasar-pasar lainnya di Indonesia. Maka tak lengkap rasanya ke Tomohon bila tidak menyimak apa saja yang di perjual-belikan di pasar tradisionalnya. Anda yang belum pernah mengunjungi pasar ini, siap-siap untuk terperanjat atau sekedar mengelus dada. Penasaran? Ikuti perjalanan Suara Komunitas di kota yang terus dilanda bencana letusan gunung Lokon ini… Ayo kita ke Tomohon…

Menuju Tomohon
Jaraknya berkisar 30 kilometer dari Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado. Bila jalanan lagi lengang, waktu tempuh menuju Tomohon maximal 30 menit menggunakan kendaraan angkutan umum. Di sepanjang perjalanan kita akan di suguhi jejeran rumah makan khas Minahasa dan kios-kios kecil yang menjual berbagai jenis buah-buahan. Perjalanan semakin lengkap dengan membawa kamera untuk mengabadikan pesona Kota Manado yang terbentang indah dari perbukitan disepanjang perjalanan yang berkelok dan menanjak ini. Sebelum tiba di terminal penumpang ‘Beriman’ Tomohon, sang kernek akan menagih tariff angkutan umum sebesar Rp 6 ribu. Silahkan bayar dengan uang pas bila tidak ingin menjadi perhatian penumpang yang lain.
Begitu tiba, pesona pertama yang kita jumpai adalah menghirup udaranya yang sejuk. Bagi yang tidak terbiasa, di wajibkan untuk membawa jaket. Hawa dingin akan terasa menusuk terutama disaat pagi hingga menjelang siang dan pada sore hari dan seterusnya. Nuansa mendung dan rintik kecil gerimis adalah bagian yang tak terpisahkan dari dataran tinggi Tomohon. Tapi kadang cuaca itu berubah dengan drastis. Perubahan terjadi sangat cepat bila aktifitas gunung Lokon mulai memuncak.
Dari terminal Beriman, keindahan serta kondisi terkini gunung Lokon bisa kita lihat ketika mendung lagi menjauh. Fenomenanya akan semakin menggugah disaat terjadi letusan yang disertai debu vulkanik. Para warga akan memperhatikan arah tiupan angin untuk menilai apakah perlu penggunaan masker atau tidak. Warga tampaknya menghemat dalam penggunaan masker. Namun tidak cuma warga setempat yang telah mempersiapkan masker, para pendatang pun demikian.
Pardi Wahab, seorang wisatawan lokal asal Ternate kepada Suara Komunitas bertutur, kunjungannya ke Tomohon untuk melihat dari dekat suasana gunung Lokon. Ia merasa penasaran dengan aktifitas Lokon yang tak pernah berhenti, “Saya kesini (Tomohon -red) untuk melihat gunung Lokon jika meletus. Saya telah membawa kamera (sambil memperlihatkan kamera bermerk) untuk memotret kejadiannya sebagai koleksi pribadi. Saya juga telah menyiapkan masker sendiri untuk berjaga-jaga,” tutur Wahab yang pengakuannya sudah sering bepergian ke beberapa daerah di Indonesia demi menyalurkan hobi fotografinya.
Selama dua hari di Tomohon, Wahab mengaku telah mengoleksi sekitar 50 view gambar yang baginya adalah yang terbaik, “Sudah sekitar 50 view. Tapi nanti di pilah-pilih lagi. Pengambilan gambar kebanyakan berlatar belakang gunung Lokon dan cuaca Tomohon yang agak ekstrim, selain itu saya sangat tertarik dengan koleksi aneka bunga hidup yang banyak dijual disini,” kata Wahab.
Memang, Tomohon juga dikenal sebagai Kota Bunga. Tanaman hias itu sangat mudah untuk dijumpai. Pemerintah dan masyarakat kota ini rajin mengikuti even parade bunga diberbagai tempat di Indonesia termasuk di mancanegara. Bahkan pagelaran besar seperti Tournamen Flower, Kontes Ratu Bunga dan Tomohon Flower Festival menjadi ajang resmi pemerintah setempat untuk medatangkan wisatawan. Dengan demikian sangat layak bila Tomohon disebut Kota Bunga.
Sejalan dengan predikatnya sebagai kota bunga, kita akan melihat keindahan para wanita-wanita cantik yang lalu lalang menenteng tas belanjaan di pasar Beriman Tomohon yang terletak di samping terminal. Ya, siapa yang tak kenal dengan kecantikan perempuan-perempuan Tomohon. Mereka bagai bidadari dari kayangan dengan sensasi wajah rupawan. Tapi itu barulah sebagian kecil dari keindahan yang akan kita rasakan selama berada di Tomohon.

Pasar Terekstrim
Datang pagi hari, kalau perlu dini hari! Begitu kata para komunitas pasar bila anda ingin melihat apa yang ekstrim yang ada di pasar Tomohon. Ya, pasar Beriman Tomohon dikenal sebagai pasar terekstrim di Indonesia. Dikatakan demikian sebab terdapat koleksi daging dan masakan ‘aneh’ yang menjadi ciri khas sekaligus menu keseharian warga Minahasa. Koleksi daging yang dijual diantaranya adalah; anjing, kucing, ular piton, babi hutan, kelelawar, tikus, kuskus, dan binatang hutan lainnya.
Semua itu nampak utuh, bahkan ada yang masih hidup saat kita jumpai di pelataran lapak. Tak menunggu lama, binatang-binatang itu disembelih satu persatu kemudian dijual ke masyarakat umum dengan volume per ekor atau per kilogram. Harganya tentu berbeda-beda. Namun yang mencengangkan tentunya saat penyembelihan berlangsung. Kita akan terperanjat, mungkin juga lebih dari itu ketika menyaksikannya. Makanya, bagi yang tidak terbiasa, disarankan untuk tidak melihat secara langsung, terutama anda yang memiliki penyakit tertentu.
Tentunya semua keheranan anda akan sirna saat melihat cara masak daging-daging itu. Wisata kuliner kita akan lengkap ketika mencicipinya. Selera makan kita langsung bergelora begitu mencium wangi rempah-rempah dari masakan khas Minahasa itu. Bersambung…. (jrksulut)

Komentar (9)

Page generated in 0.09695 seconds.