Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Budidayakan Singkong Sebagai Bahan Pangan Alternatif Berita

Serdang Bedagai (Suara Komunitas.Net) Semakin berkurangnya lahan pertanian menyebabkan semakin menipisnya persediaan pangan nasional. Untuk itu perlu dibudidayakan bahan pangan alternatif pengganti beras seperti singkong karena memiliki gizi yang cukup tinggi dan memberikan manfaat yang sama dengan beras.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman pada acara Panen Perdana dan Sosialisasi Bibit Singkong Sambung yang dilaksanakan Yayasan Pertanian Alternatif Sumatera Utara (PANSU) di Dusun VII Kampung Banten Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah, baru-baru ini.
Wabup Soekirman mengatakan salah satu varietas singkong unggulan yang dapat dikonsumsi masyarakat adalah tanaman singkong sambung yang merupakan hasil teknik penyambungan antara singkong biasa dengan singkong karet. Dalam proses tanamnya tidak memerlukan areal yang luas dan biaya produksi yang relatif murah. Singkong sambung mengandung empat kelompok nutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Keunggulan singkong ini terletak pada kandungan
karbohidrat dan lemak karena sumber utama bahan bakar pembangkit energi tubuh. Ditinjau dari aspek pembudidayaannya, singkong dapat tumbuh di tanah yang kurang subur dan tidak memerlukan banyak pupuk ataupun pestisida. Apabila dilakukan intensif menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Wabup menghimbau Dinas Pertanian dan Peternakan mensosialisasikan budidaya singkong sambung ini agar para petani dapat mengembangkan produksi singkong sambung ini.
Ketua Yayasan PANSU Sabirin mengatakan, dibudidayakannya singkong sambung ini diharapkan dapat mengangkat derajat dari komoditas ubi kayu itu sendiri yang selama ini dianggap sebelah mata yang akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Singkong sambung ini merupakan varietas singkong unggul yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena diprediksi menghasilkan antara 50-75 kg perbatang dan dalam areal seluas 2 hektar ini dapat menghasilkan 300 ton.(sar-budi)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08988 seconds.