Istri Kades Simpang Gambus Diduga Otak Pelaku Penggelapan 6 Ton Raskin
Batubara (Suara Komunitas.Net) - Kepolisian Polres Asahan Sektor Limapuluh berhasil mengagalkan pengelapan beras raskin sebanyak 6 (enam) ton 120 zak untuk jatah warga Desa Simpang Gambus,Kecamatan Limapuluh,Batubara, Jum'at(17/2) yang akan dibawah menuju Kuala Tanjung, Kec. Sei Suka dengan mempergunakan Truk Cold Diesel.
Informasi dihimpun wartawan, di lapangan menyebutkan, beras miskin (raskin) untuk kebutuhan warga Desa Simpang Gambus itu berasal dari Bulog Asahan, masuk ke Kantor Desa Simpang Gambus, Kamis (16/02) sebanyak 15,6 ton, dimaksudkan untuk jatah warga miskin bulan Januari sebanyak 7,8 ton dan Februari sebanyak 7,8 ton tahun 2012, karena pada bulan Januari tidak masuk, maka dijadikan satu pasokan sebanyak 15,6 ton.
Setelah diturunkan di kantor Desa setempat, namun esok harinya, Jum'at(17/2) sore beras raskin tersebut sebanyak enam ton kembali dimuat dan dimasukkan ke truk Cold diesel BK 8780 VN yang dikemudikan Juliadi (22), warga Indrapura, Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara, karena warga merasa curiga mau dikemanakan raskin tersebut dan langsung melaporkannya ke polsek Limapuluh. Mendengar laporan dari warga itu Kapolsek Limapuluh AKP Bambang Rubianto,SH memerintahkan Kanit Reskrimnya Iptu Noperto G Nainggolan bersama anak buahnya melakukan pengejaran dan penangkapan.
Menurut Bambang Rubianto,SH ketika dikonfirmasi wartawan melalui ponsel, Selasa, (21/2), membenarkan adanya penangkapan truk pengangkut raskin dari Kantor Desa Simpang Gambus, rencananya akan dibawah menuju ke Kuala Tanjung, namun sebelum melanjutkan perjalanannya truk tersebut terlebih dahulu mengisi bahan bakar di SPBU Simpang Gambus, "disitu kita tangkap" ujar Bambang.
"Untuk sementara pengemudi truk sudah dimintai keterangannya tentang muatannya yang mengangkut beras miskin milik warga itu, Kita juga sudah mengamankan raskin itu dan saat ini sedang mendalami kemungkinan - kemungkinan siapa saja orang -orang yang terlibat dalam kasus ini," tegas Bambang.
Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan pemeriksaan saksi, penggelapan raskin ini melibatkan seorang pengusaha grosir di Desa Simpang Gambus berinisial Ri, yang meminta kepada supir truk Juliadi untuk mengangkut beras itu, namun hingga saat ini Ri diketahui sudah melarikan diri dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selain itu kata Bambang, istri Kepala Desa (Kades) Simpang Gambus berinisial SA (42), diduga sebagai pelaku peran utama dalam penggelapan itu, karena dilihat dari Hasil pengembangan penyidikan, SA berhubungan langsung dengan tersangka Ri untuk menggelapkan beras raskin tersebut. " kita telah menyiapkan surat panggilan kepada SA karena ia tidak termasuk dalam struktur pemerintahan desa, sampai saat ini SA juga diketahui telah melarikan diri," kata Bambang. (Holong)
- Rakom Tanjung Bunga
- Berita
- dibaca 171x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



