JMR 2012: Membangun Sarang Lebah TIK
Teknologi TIK membutuhkan proses dan waktu untuk menjadi bagian perilaku masyarakat terkait dengan konektivitas. Bagian awal yang bisa diupayakan adalah membangun klinik TIK. Klinik TIK bisa dibuat berupa konsep kios infomasi terpasang secara kabel atau nirkabel. Kios informasi akan menjadi model konektivitas yang layak di pedesaan. Membangun kios informasi yang berasal dari masyarakat sipil dan berbagai inisiatif pemerintah akan memperpanjang manfaat dari TIK.Untuk pengembangan yang berkelanjutan membutuhkan kerangka kelembagaan diperlukan untuk pelaksanaan yang efektif; lalu dibuat prosedur untuk membuat saran untuk pengambilan keputusan dalam manajemen teknologi informasi untuk pengembangan perdesaan.
Kios informasi punya tugas dalam menjembatani TIK dalam pembangunan manusia di pedesaan. Termasuk juga memperpendek kesenjangan antara ide dengan praktek membangun konektivitas pedesaan. Itu menguji peran teknologi dalam berbagai dimensi konvensional termasuk pembangunan manusia, pembangunan sosial yang berkelanjutan, dan TIK itu sendiri. Kios informasi menghadirkan gagasan pembangunan sosial melalui intervensi TIK dan menyarankan bahwa dampak perkembangan TIK terhadap kapasitas manusia atau pendekatan yang memandang "pertumbuhan ekonomi hanya sebagai sarana bukan 'ujung' untuk kesejahteraan manusia, sementara memperluas kemampuan masyarakat dipandang sebagai 'ujung'". Dengan demikian ini membawa kita pada konstituen kemampuan manusia dan peran dimensi TIK, dan wacana merangsang pada kebutuhan untuk memadukan basis pengetahuan TIK dan kearifan untuk pembangunan berkelanjutan.Kemampuan manusia berkembang dalam konteks yang menjamin dasar-dasar kesejahteraan seperti tingkat perawatan kesehatan, menyelesaikan masalah kematian ibu dan anak, dan memberikan kontribusi pada tingkat rata-rata harapan hidup, akses pendidikan, perbaikan dalam makanan dan nutrisi, dan kebebasan yang manusiawi. Pengetahuan adalah kunci untuk membangun dan mempertahankan dasar-dasar kesejahteraan dan "menjadi 'berpengetahuan' pada dasarnya telah diakui sebagai tujuan pembangunan manusia, dan keadaan 'menjadi berpengetahuan' telah diakui dilihat sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembangunan manusia.
Untuk membangun pengetahuan itu kios infomasi berperan dalam melakukan input, penyimpanan, komunikasi pengolahan, dan tampilan dalam bentuk TIK untuk membantu dalam mempercepat difusi pengetahuan, yang pada gilirannya membantu dalam perluasan kemampuan manusia.
Ada kisah desa Yagjung di India, sebuah desa perempuan tua buta huruf. Lalu dibangunlah sebuah klinik untuk koneksi pengetahuan dengan menggunakan TIK. Ini mengingatkan pada "jutaan penduduk buta huruf sebagai sasaran dari masyarakat pengetahuan untuk muncul sebagai sesuatu yang dihitung. Kios informasi itu meskipun jarang dibahas "dan menunjukkan bahwa memahami masalah mereka sangat penting" untuk merancang layanan lokal tertentu melalui TIK untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan keaksaraan.
TIK dalam pengembangan masa depan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi akan memperkuat peran kios informasi sebagai gateway pengetahuan sejauh mereka memainkan peran dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan di pedesaan.
Saat ini tren dan pilihan TIK yang muncul memberikan angka-angka yang berhubungan dengan teledensitas, konektivitas internet, sumber energi, dan sebagainya menunjukkan berbagai teknologi dan solusi energi untuk pengoperasian kios informasi. Ini juga sebagai syarat untuk berbagai cara di mana kios informasi bisa dimanfaatkan dengan efektif, termasuk untuk kesehatan masyarakat, pendidikan,dan sebagainya. Memang, angka-angka makro menggambarkan besarnya tugas yang dibebani dan mengingatkan kita bahwa "janji TIK dalam meningkatkan kapasitas warga negara tetap yang belum terpenuhi selama ini terutama karena infrastruktur TIK yang kurang di daerah pedesaan".
Pengenalan konsep TIK sebagai instrumen yang efektif untuk pemberdayaan masyarakat diadopsi untuk "Konektivitas dan pengembangan pengetahuan adalah dua pilar di mana seluruh struktur bertumpu sebuah gerakan TIK" sangat penting. Pengetahuan adalah kunci bagi pembangunan manusia berkelanjutan. Apa yang bisa membawa ICT bagi penduduk desa? Bagaimana memberdayakan masyarakat miskin dan terpinggirkan untuk berpartisipasi dalam masyarakat pengetahuan hadir di permukaan? Bagaimana memberikan tingkat partisipasi kepada jutaan warga desa dengan menggunakan TIK?.
Harus diakui, bagaimanapun, mengingat masalah sosial budaya dan ekonomi multidimensi bahwa inisiatif konektivitas pedesaan melalui TIK dan misinya harus mengatasi masalah, termasuk puluhan juta orang yang dikatakan pada atau di bawah garis kemiskinan (BPL), di lingkungan yang sebagian besar berkarakter agraris.<rendra>
- Suara Komunitas
- Pengalaman
- dibaca 268x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



