Komisi C DPRD Sumut Panggil Yayasan/Koperasi Terkait Kutipan Rp.500.000,-
Medan (Suara Komunitas.Net)- Marasal Hutasoit dari Komisi C DPRD Sumut dengan tegas menyatakan, akan memanggil pihak yayasan/koperasi pengelola betor guna mempertanyakan alasan pengutipan uang sebesar Rp.500.000,- bagi setiap betor yang jumlahnya mencapai 152.000 unit di Sumut.
"Kalau perlu kita minta Ditjen Pajak dan pihak Bank dipanggil guna mempertanyakannya, apakah pihak yayasan/koperasi ada menyetor PPh dari hasil kutipan tersebut ke Negara dan mengetahui kebenaran masalah cicilan yang disetor ke yayasan ternyata tidak dilunasi pihak yayasan kepada perbankan," kata Ketua Komisi C DPRD Sumut, Marasal Hutasoit seusai menutup Rapat Dengar Pendapat (RDP) baru-baru ini di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan.
Sementara menurut Sekretaris Komisi C Effendi Napitupulu, ada substansi lain dari pembayaran PKB betor. Jika tuntutan PKS diselesaikan dengan lancar, PKB yang diperoleh Dispendasu dari 152.000 betor mencapai Rp.35 milyar per tahun.
“Jika selama 1-4 tahun ini betor menunda bayar PKB, maka setelah tuntutan dipenuhi, PAD yang masuk jadi bertambah Rp.100 milyar,” katanya.
Pihak Komisi C, katanya mengaku kecewa dengan sikap Dishub Medan yang menganggap persoalan abang betor tidak penting, bahkan tidak kooperatif menambah PAD, membantu kepentingan rakyatnya dan tidak ada nurani.
Padahal pemasukan dari betor cukup besar. “Pejabat instansi seperti ini sebaiknya diganti,” usul Effendi.
Sementara beberapa Abang Betor di Medan yang mengetahui hasil dan rekomendasi yang dikeluarkan setelah RDP menyatakan merasa plong setelah adanya kesepatakan bersama yang intinya memudahkan mereka membayar pajak kendaraan bermotor.
"Kami sangat berterima kasih kepada Komisi C DPRD Sumut yang berhasil memperjuangkan nasib kami,"kata abang Betor. (denisa)
- JARKOMSU
- Berita
- dibaca 148x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



