Pemerintah Berikan ‘Karpet Merah’ Bagi Investor
Batubara (Suara Komunitas.Net) Ketua DPD Demokrat Kabupaten Batubara Zarhalwi mengatakan, Master Plan Proyek Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Sei Mangkei-Batubara akan memacu perkembangan ekonomi di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara. Karena, itu, bagi investor domestik dan mancanegara yang mau berinvestasi diharapkan Pemkab Batubara memberi ‘karpert merah’ untuk kehadirannya. Artinya, permudah perizinan, birokrasi yang tidak bertele-tele. Dengan demikian, akan terjadi percepatan pembangunan di Batubara.
“Memang tak ngampang, seperti membalikkan telapak tangan, namun kalau kita sepakat elemen masyarakat Batubara, eksekutif, legislatif kenapa tidak mungkin. Itu sebuah tantangan, tidak terlepas dari kemauan semua pihak menjadikan Batubara menjadi lebih maju,”tambahnya.
Pemerintah Pusat lewat program Master Plan Proyek Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) menjadikan kita menjadi salah satu wilayah andalan dikoridor Sumatera. “Yah, Dolar akan tumpah di Simalungun dan Batubara. Menjadikan daerah ini akan dilirik investor,”ungkapnya.
Zarhalwi mengungkapkan, Pembangunan jalur rel Kereta api yang menghubungkan kawasan Industri Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung jelas akan mendukung sektor jasa. Proses pengapalan barang di Sumatera Utara (Sumut) menjadi lebih cepat dan efisien. Apalagi seperti diketahui, secara geografis Pelabuhan Kuala Tanjung berhadapan dengan selat Malaka berada di jalur pelabuhan Internasional sehingga memudahkan untuk berhubungan dengan negara-negara tetangga. Kelak Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan Internasional."Rampungnya Perda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Batubara untuk 20 tahun kedepan akan mndorong Investor Domestik dan Multinasional tidak perlu ragu-ragu lagi berinvestasi di Kabupaten Batubara. Apalagi, RTRW Batubara yang mengalokasikan seluas 1000 hektar lahannya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tentunya memberi ruang bagi pengusaha industri untuk tumbuh dan berusaha diberbagai bidang usaha, baik itu Industri turunan Carm Palm Oil (CPO), Perkebunan, pertanian dan jasa pariwisata,”jelasnya Rabu(8/2) di Limapuluh.
Namun pun demikian, ungkap Zarhalwi, kita tetap mengharapkan Pemerintah Batubara agar mempermudah para Investor dalam urusan perizinan. Ini akan membuat iklim berinvestasi di Batubara menjadi baik.
"Yah, beri karpet merah pada Investor masuk ke Batubara,"katanya mengulangi.
Walaupun demikian, Zarhalwi juga mengingatkan bagi anak daerah agar tidak ketinggalan kelak dalam memberikan peranan dan andil. Untuk itu diharapkan agar terus meningkatkan pendidikan, pengalaman. Sehingga diera globalisasi ini, kita tidak hanya penonton namun ikut didalamnnya,pesannya. (holong)
- Rakom Tanjung Bunga
- Berita
- dibaca 139x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



