A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
4 Feb 2012

Akibat Hujan Lebat, Dusun Lokok Aur Longsor

Primadona FM - Primadona FM

KLU, Suarakomunitas - Hujan lebat yang terjadi sejak jum’at sore 3/2 kemarin hingga pagi ini, membuat puluhan rumah warga Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) tertimbun lumpur bercampur pasir dan batu apung. Hal itu terjadi akibat bukit yang terletak disebelah barat kampung tersebut longsor.

Kepala Dusun Lokok Aur, Tamrin ketika ditemui 4/2 mengaku , longsor ini terjadi sekitar pukul 23.00 wita, tiba-tiba bukit yang berdekatan dengan rumah penduduk itu ambrol, sehingga lumpur dan pasir tidak mampu dibendung warga.

“Tadi malam (sabtu malam-re) satu orangpun warga tidak ada yang berani tidur dan rata-rata menyelematkan diri di luar rumah sekaligus membersihkan lumpur dan saluran air yang semuanya tertutup pasir”, kata Tamrin.

Sedikitnya ada 50 rumah lebih yang rawan tertimbun longsor, karena tidak memiliki saluran drainase yang memadai. “Pagi ini warga semuanya keluar untuk melakukan gotong royong membersihkan saluran dan rumah mereka yang terkena lumpur dan pasir, serta rata-rata mereka berada di luar rumah, karena hawatir longsor susulan yang lebih besar akan terjadi lagi, karena mengingat intensitas hujan masih tinggi”, ungkap Tamrin, sambil keliling melihat warganya yang terkena dampak longsor ini.

Beberapa warga yang ditemui media ini mengaku, malam kejadian, semua kamar tertimbun lumpur dan pasir. “Semua kamar kami terkena lumpur yang bercampur dengan pasir dan batu apung, akibat derasnya hujan yang mengguyur”, kata Herman sambil membersihkan rumahnya.
Sementara jalan raya yang menghubungkan desa Anyar dengan desa Karang Bajo, separuhnya tertutup lumpur dan batu apung. Demikian juga dengan saluran air irigasi Kokok Sopak rata dengan pasir, sehingga air mengalir langsung ke sawah petani yang berada didekat saluran.
Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip, ketika turun melihat warganya mengaku sedih, karena persoalan dusun Lokok Aur yang rawan bencana ini sudah dilaporkan jauh hari sebelumnya ke pemerintah daerah, bahkan sudah dibuatkan proposal, namun hingga sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah KLU.

“Kami sudah beberapa kali membuat proposal, agar dusun ini dibuatkan saluran yang memadai untuk mengantisipasi terjadinya longsor, namun hingga saat ini belum direspon. Padahal tujuan kita lebih baik mengantisipasi sebelum terjadinya bencana, daripada ramai-ramai memberikan bantuan setelah bencana terjadi”, kata Kertamalip.

Ini juga diakui oleh puluhan warga Lokok Aur. Bahkan mereka menilai pemerintah KLU kurang peduli terhadap usulan warganya. “Pemerintah KLU hamper setiap hari melewati kampung ini, dan melihat bukit yang berada di sebelah barat rumah penduduk yang rawan longsor, tapi hingga kejadian seperti sekarang ini, belum ada perhatiannya, atau memang mereka menunggu ada korban dulu”, ungkap puluhan warga kesal.

Bahkan Kadus Lokok Aur mengaku, beberapa kali menghubungi Bupati KLU melalui via hp, namun tidak pernah diangkat. “Saya sudah hubungi bupati melalui via hp, namun tidak pernah diangkat. Kalau dia (bupati KLU) menghubungi via hp, kami cepat sekali mengangkat hp, tapi malah sekarang sebaliknya”, kata Tamrin.

“Longsor yang terjadi tadi malam memang tidak ada memakan korban jiwa, hanya beberapa rumah mengalami rusak ringan. Namun jika tidak segera diantisipasi tidak menutup kemungkinan bencana longsor yang lebih besar akan terjadi di Dusun Lokok Aur”, pungkas Tamrin.

 

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Komentar
hujan terus?, banjir dan tanah longsor bisa terjadi waspadalah!!!!!!!!!!!!!
nickbyn, 04 Feb 12 11:33
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait
Berita: 19 May 12 20:07 WIB
Sumatera Barat  \ JRK SB

1,3 Miliar Dana Gempa 2007 Raib?

Berita: 10 May 12 04:09 WIB
Sumatera Utara  \ JARKOMSU

Warga Eksekusi Usaha Galian C

Analisis: 9 May 12 20:02 WIB
n/a  \ Meldi

Mengenal Angin Puting Beliung

Analisis

Jurnalisme Warga di Media Besar

 Sebanyak 26 pemuda-pemudi Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta,selama 2 hari memadati Ruang Wijayakusuma kompleks Balai Budaya Sinduharjo (Puskat) Yogyakarta. Mereka sedang mengikuti

5 KONTEN TERBARU

17:57
Yogyakarta (suarakomunitas.net) - SMPN 12 Yogyakarta memberikan Beasiswa Miskin (BSM) dan beasiswa KMS, yaitu beasiswa yang dikucurkan bagi siswa anggota Keluarga Menuju Sejahtera (KMS). Berita > Yogyakarta > Panagati FM
16:59
Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
14:43
Yogyakarta (suarakomunitas.net) - Sebanyak 26 pemuda-pemudi dari 12 Rukun Warga (RW) di lingkungan Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta, mulai Sabtu (19/05/2012) Berita > Yogyakarta > Panagati FM
15:09
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
11:04
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
10:28
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya Berita > Jawa Barat > Alfa
22:51
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
15:08
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber Berita > Jawa Barat > Trinada - Agri
14:09
Karang Taruna Bangun Desa Srimartani Piyungan Bantul menyatakan sikap untuk menyuksesan Pilurdes dengan bersikap netral dan pelaksanaanya harus bermartabat. Pilurdes Desa Srimaratani harus trrtib, aman, Berita > Yogyakarta > Srimartani FM
14:05
Komunitas pasar Parung Kuda - Upaya pencerdasan konsumen pasar Parungkuda Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi (12/5/2012) melalui program sms gateway yang dilakukan Berita > Sukabumi > Bayu Permana

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.323442 seconds.