A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
3 Feb 2012

Gapoktan Pada Angen, Lindungi Anggotanya Dari Rentenir

Primadona FM - Primadona FM

LOMBOK UTARA, Suarakomunitas - Berawal dari sebuah keprihatinan melihat sumber daya petani di sekitarnya yang masih lemah disertai kemiskinan yang melilit, terbetiklah niat suci dari salah seorang warga untuk mendirikan sebuah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang diberinama gapoktan Pada Angen.
 

Dialah bernama Subeki (37), warga Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menggagas berdirinya gapoktan Pada Angen, tepatnya tanggal 26 April 2009. Anggota kelompoknya yang berjumlah 25 orang itu, bukan saja bekerja dilahan pertanian, namun sebagian diantara mereka bekerja di lahan perkebunan dan kehutanan.


Subeki yang ditemui di ruang pertemuan gapoktan Pade Angen Dusun Lenggorong, 3/2 mengaku, saat dirintisnya kelompok tani ini, sumber daya anggotanya cukup lemah, sehingga terlalu mudah dipermainkan oleh para rentenir lintah darat yang gentayangan ke petani. Bahkan tidak sedikit diantara mereka, hasil pertaniannya hanya bisa untuk menutupi hutang.


“Di dusun ini, (lenggorong-red) penduduknya rata-rata pendatang dan hampir semuanya sebagai petani lahan kering yang hasilnya musiman, sehingga ketika tanamannya seperti mente, ubi, dan lainnya belum berproduksi, tidak sedikit diantara mereka mengangkat semodel ijon pada rentenir yang datang, untuk menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari”, ungkap Subeki.


Akibatnya, para petani ketika panen, hasilnya hanya bisa untuk membayar hutang pada rentenir, bahkan banyak juga yang tidak mampu menutupi bonnya karena terlalu banyak pinjamannya. Melihat hal tersebut, sebagai salah satu langkah yang harus ditempuh adalah dengan mendirikan gapoktan Pada Angen.
“Kehidupan masyarakat saat itu masih dalam katagori miskin, sehingga harus meminjam uang pada rentenir terutama pada saat musim tanam. Namun setelah berdirinya gapoktan Pade Angen, pemikiran para petani mulai bergeser sedikit demi sedikit kearah yang lebih maju, seperti tidak melakukan ijon kepada tengkulak, pola tanam yang teratur dan lain-lain”, jelasnya.


Jenis Gapoktan, sambung Subeki ada tiga, yaitu kelompok sejenis burung merpati, pedati (cidomo) dan kelompok tani sejati. Untuk kelompok jenis merpati, biasanya akan terbang setiap ada program, dan setelah program itu selesai, hilang tanpa kabar, dan inilah yang sering disebut kelompok tani siluman
Sementara kelompok pedati atau cidomo, kata Subeki, kalau tidak didorong dia tidak akan jalan atau jalannya cukup lamban. Sedangkan kelompok tani sejati akan berusaha melakukan pembinaan ditingkat anggota dan akan menjemput bola, bila ada program dari pemerintah atau lembaga lainnya.


“Untuk kelompok tani sejati ini tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Ada atau tidaknya bantuan itu, kelompok katagori sejati akan tetap berjalan alias tidak vakum. Insya Allah gapoktan Pada Angen akan berusaha menjadi kelompok sejati”, jelas Subeki.


“Kalau dulu, masyarakat hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, namun sekarang sudah berbeda, bagaimana petani itu berusaha bukan menjadi peminta tapi lebih diarahkan menjadi pemberi. Tangan dibawah lebih baik dari tangan yang diatas. Artinya kita lebih baik memberi daripada meminta, dan pola inilah yang kita kembangkan”, tegasnya.


Dalam gapoktan Pade Angen, selain anggotanya para petani yang bekerja di lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan, juga akan dikembangkan kepada kelompok tani perempuan serta kelompok nelayan Lendang Danger Desa Sambik Elen. “Sekarang ini kita sudah mulai programkan untuk merangkul kaum perempuan dan nelayan”, kata Subeki.


Ketika ditanya apakah sering mendapat pembinaan dari pemerintah? Subeki dengan senyum menjelaskan, bahwa pemerintah KLU khususnya dinas pertanian dan perkebunan sering turun ke lapangan dan ke gapoktan Pade Angen untuk melakukan pembinaan.


“Alahmdulillah, beberapa kali dari dinas instansi terkait turun langsung melakukan pembinaan di tingkat kelompok tani, bahkan pada tahun ini, kelompok Pade Angen mendapat bantuan sosial dalam program penanaman ubi jalar. Dan kita sudah siapkan lahan seluas 25 ha”, ujar Subeki.
Disisi lain Gapoktan Pada Angen, sudah mulai mengarah pada pendirian koperasi tani. Dan untuk mengawalinya, masing-masing anggota mengeluarkan iuran pokok sebesar Rp. 25 ribu, dan iuran wajib Rp. 1000 per bulan.


Kendati sudah mulai selangkah lebih maju, namun gapoktan Pade Angen masih tetap membutuhkan pembinaan dan pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan mengolah buah mente menjadi jamu, abon dan pengacipan. “Kita butuh berbagai pelatihan untuk meningkatkan sumber daya petani”, katanya.
Selain itu, lanjut Subeki, kelompok yang dipimpinnya juga termasuk kelompok penanam sekaligus penghasil semangka. Dan bila tidak ada halangan, direncanakan pada pertengahan bulan Februari akan dilakukan panen raya buah semangka yang ditanam dilahan seluas 50 hektar lebih.
“Tanaman semangka ini cukup menguntungkan bagi petani, karena perhektar bisa menghasilkan diatas Rp, 50 juta”, tuturnya.


Subeki yang didampingi bendaharanya, Asrullah, mengaharapkan kepada pemerintah daerah KLU, provinsi dan pusat, untuk sering turun ke lapangan guna melihat langsung perkembangan gapoktan yang ada, sehingga mereka mengetahui mana kelompok siluman dan mana kelompok tani sejati.
“Pemerintah tentu tidak cukup hanya menerima laporan dari belakang meja saja, tapi perlu sering turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan kepada kelompok tani yang berjalan programnya”, pintanya.(sk-010)

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Jurnalisme Warga di Media Besar

 Sebanyak 26 pemuda-pemudi Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta,selama 2 hari memadati Ruang Wijayakusuma kompleks Balai Budaya Sinduharjo (Puskat) Yogyakarta. Mereka sedang mengikuti

5 KONTEN TERBARU

17:57
Yogyakarta (suarakomunitas.net) - SMPN 12 Yogyakarta memberikan Beasiswa Miskin (BSM) dan beasiswa KMS, yaitu beasiswa yang dikucurkan bagi siswa anggota Keluarga Menuju Sejahtera (KMS). Berita > Yogyakarta > Panagati FM
16:59
Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
14:43
Yogyakarta (suarakomunitas.net) - Sebanyak 26 pemuda-pemudi dari 12 Rukun Warga (RW) di lingkungan Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta, mulai Sabtu (19/05/2012) Berita > Yogyakarta > Panagati FM
15:09
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
11:04
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia. Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
10:28
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya Berita > Jawa Barat > Alfa
22:51
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
15:08
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber Berita > Jawa Barat > Trinada - Agri
14:09
Karang Taruna Bangun Desa Srimartani Piyungan Bantul menyatakan sikap untuk menyuksesan Pilurdes dengan bersikap netral dan pelaksanaanya harus bermartabat. Pilurdes Desa Srimaratani harus trrtib, aman, Berita > Yogyakarta > Srimartani FM
14:05
Komunitas pasar Parung Kuda - Upaya pencerdasan konsumen pasar Parungkuda Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi (12/5/2012) melalui program sms gateway yang dilakukan Berita > Sukabumi > Bayu Permana

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.332264 seconds.