403.000 Hektar Areal Perkebunan di Sulut Terancam
Tindak Lanjut atas Informasi ini:
Diteruskan:
Manado, SK - Perkembangan pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang terus melaju dengan pesat berakibat terancamnya lahan perkebunan seluas 403.000 hektar yang dikelola oleh masyarakat. Potensi ancaman datang dari pembangunan kawasan pemukiman pengembang perumahan dan perambah hutan lainnya.
“Saat ini pembangunan kawasan perumahan telah melebar hingga ke batas kota dan pedesaan. Pengembang biasanya memanfaatkan lahan perkebunan dan pertanian yang tidak terawat dengan baik, karena warga kekurangan anggaran untuk menggarap lahannya. Akibatnya mereka jual ke pengusaha perumahan agar bisa dapatkan dana segar dan beralih usaha,” kata Viktor Alumpele, salah satu petani cabe di Mapanget.
Sementara itu, Yenny Karouw, Kepala Dinas Perkebunan Sulut kepada Suara Komunitas mengurai data, tingkat ancaman berkurangnya lahan perkebunan karena adanya perkembangan zaman yang saat ini melaju pesat. Pembangunan yang terus terjadi otomatis mengancam lahan perkebunan. Padahal dari 403.000 hektar lahan perkebunan di Sulut, 68 persen di dominasi oleh komoditas kelapa. “Tanaman ini hampir merata di 15 Kota dan Kabupaten di Sulut, namun paling banyak di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Upaya sekarang mempertahankan pengembangan tanaman kelapa dengan melakukan peremajaan dan rehabilitasi,” ungkapnya.
Untuk itu Karouw menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan melakukan penebangan secara liar, khususnya terhadap tanaman kelapa yang masih tergolong produktif karena kegiatan seperti itu telah dilarang. (jrksulut)
- JRK SULUT
- Berita
- dibaca 248x
- [0] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



