Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Training Radio Komunitas Berita

Kalabahi, Alor - Next, Senin 30/01/2012 Dimana telah melewati 2 hari lamanya dan kini memasuki hari ke-3 Training Radio Komunitas di lantai dua kantor WVI ADP ALOR, kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yakni melalui keterwakilan dari 3 orang delegasi pemerintah (Badan Perwakilan Perempuan Keluarga Berencana) , Forum Anak dan Anak dampingan lainnya yang diawali dengan memberikan materi pendahuluan yakni metode pembahasan menyangkut dengan legitimasi Radio Comunitas serta bagaimana langkah pembentukan DPK, BPPK dan bagaimana langkah Ad Hoc dalam menyusun kerangka kegiatan baik itu dimulai dari Ad Hoc yang khususnya memonitoring kegiatan seperti kelancaran siaran percobaan dan ada juga yang berperan memplening kegiatan siaran percobaan yang dimulai dari rencana waktu, lamanya siaran, jam siaran serta kepengurusan yang ada di dalamnya.

Dapat di gambarkan Budi bahwa Tugas DPK dan BPPK memiliki peran yang berbeda yakni sebagai lembaga legislatif dan sebagai lembaga yudikatif sehingga sudah bisah di pilah masing-masing tugasnya, ini merupakan langkah yang baik dalam pengembangkan setiap kreatifitas anak melalui Media Komunikasi baik secara visual maupun non-visual. Kurang lebih lima hari lamanya kegiatan ini yang di pandu oleh pemateri dari Jogja yakni Budi dan Sarwono melalui berbagai sajian materi teknis maupun non-teknis, dengan memfasilitasi melalui empat kelompok diskusi dan, dijelaskan pula secara teknis yakni cara melakukan edit produksi jinggel, iklan layanan masyarakat dan lain-lain.

Menariknya di sampaikan Isye bahwa menyangkut dengan legalitas ini perlu dilakukan penjelasan yang spesifik tentang”siapa yang berperan dalam proses ijin” siapa yang menginisiasi berdirinya media ini” sekaligus menyampaikan siapa yang bertanggungjawab dan mengayomi kelancaran siaran dan memfasilitasinya apalagi di ketahui bahwa siaran Radio Komunitas dengan salah satu regulasi adalah dukungan dari berbagai komunitas

Budhi juga menyampaikan materi secara mendetail dan sekelumit yang di petik dari media ini adalah menyangkut dengan produksi hasil yakni, hasil yang baik untuk disiarkan adalah melewati berbagai pola tertentu, walaupun belum memproduksi hasil yang efektif namun langkah stimulan ini dapat memfasilitasi dan membiasakan anak, remaja, dewasa dan orang tua yang terlibat sebagai peserta dapat menulis dan memproduksi baik berita, artikel, opini, pengalaman dll.

Di tambahkan Sarwono (fasilitator teknis radio komunitas) secara teknis bahwa ada beberapa pola pengambilan suara sampai pada tahap siap untuk disiarkan yakni diawali dengan pembuatan jinggel atau iklan layanan masyarakat dengan membentuk kelompok diskusi untuk menghasilkan redaksi yang final untuk di Take Voice (pengambilan suara) setelah melewati proses ini akan dilakukan editing sampai pada master suara yang siap untuk disiarkan” ujarnya.

Yang harus di perhatikan secara kelembagaan dari komunitas ini adalah komunitas radio memilikim latar belakang berdirinya dari inisiasi masyarakat yang peduli terhadap dinamika kehidupan di sebuah komunitas dan implementasi yang diharapkan adalah adanya interfensi kegiatan ini yang dominannya memberikan nilai-nilai kebangsaan, nilai education, cultural, medical, economy yang tidak melahirkan kesan komersial terkhususnya adalah bagaimana mengakses setiap kebutuhan anak yang bersifat membangun agar anak bisah menyampai itu dalam berbagai tulisan sebagai ajang dalam mengaktualisasi diri. (Haris)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08876 seconds.