Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Radio Komunitas Dalam Penguatan Kelompok Oleh IBRAHIM SK

Desa Lapandewa Adalah Desa yang terletak di bagian selatan pulau buton. Desa ini masuk pada wilayah administrasi Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tengra. Dengan Kondisi wilayah yang tandus mendorong beberapa orang anggota masyarakat berpikir bahwa apabila Potensi Sumberdaya Alam yang terbatas ini tidak di kelola secara berkelanjutan maka tidak akan manpu menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang berada di desa ini. Berawal dari latar belakang tersebut, 14 orang anggota masyarakat Desa Lapandewa duduk bersama untuk mendiskusikan langkah apa yang harus diambil untuk pebangunan daerah ini dan masyarakatnya. Pada tanggal 14 Juni 2010 berdirilah kelompok tani nelayan Kaombo Labukutorende melalui yang beranggotakan 14 orang masyarakat Desa ini. Harapan yang terlintas di pikiran ke 14 orang ini adalah dengan berdirinya kelompok ini mampu menberikan solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang di hadapi masyarakat Desa ini dapat teratasi. Beberapa persoalan mendasar yang di hadapi masyarakat adalah ketertinggalan dari aspek informasi, pendidikan, ekonomi, Layanan Publik sepertai air bersih serta kondisi daerah yang tandus dan jalur tranportasi yang sulit di lalui karena kondisi jalan yang rusak serta medan jalan bebukitan dan jurang-jurang terjal.

Berawal dari pendirian kelompok tani nelayan, di inisiasi berdirinya sebuah media eltrnatif sebagai alat untuk menyampaikan segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. Maka disepakati menggunakan Radio Komunitas dengan Nama "Sinar Lapandewa" sebagai alat yang tepat untuk kampanye kepada mayarakat. Pengelola radio komunitas ini hanya beranggotakan Empat orang penelola. Meskipun pada awalnya mereka tidak mengetahui bahwa media tersebut adalah radio komunitas, yang mereka pahami hanyalah bersiaran melalui radio. Tepatnya tanggal 20 Juli 2010 Radio Komunitas Sinar Lapandewa menggema untuk yang pertama kalinya di udara Desa Lapandewa. Semangat dan motivasi pengelola radio komunitas untuk memberikan informasi kepada masyarakat di sekitarnya tidak di kendurkan dengan keterbatasan yang mereka miliki baik itu dari segi peralatan maupun pemahaman tentang radio sangat kurang. Dari segi peralatan yang mereka gunakan sangat sederhana, hanya di lengkapi Mesin Pelempar, Speaker mini dan antena yang kesemuanya di rakit oleh La Amu salah seorang pengelola radio komunita yang memiliki keahlian service eletronik. Radio Komunitas Sinar Lapandewa tidak memiliki studio seprti radio pada umumnya, mereka hanya memanfaatkan ruang tamu rumah salah seorang pengelola radio sebagi tempat mereka menyiar, sementara sumber litrik yang digunakan adalah Tenaga surya, dan bila musim hujan radio tida bisa mengudara karena sumber listrik tidak bisa di gunakan.

Sejak awal mengudaranya hingga kini Radio Komunitas Sinar Lapandewa hanya memiliki empat segmentasi acara yakni Informasi Pertanian, Informasi Nelayan, Informasi Ekonomi dan Informasi Sosial Budaya. Bahasa yang digunakan saat melakukan siaran adalah bahasa lokal (Bahasa Cia-cia). Menurut Horisun (Ketua Radio) "alasan menggunakan bahasa lokal agar radio lebih dekat dengan masyarakat dan pesan yang di sampaikan lebih mudah di pahami oleh semua kalangan masyarakat yang yang mendengarkan siaran radio ini".

Radio Komunitas Sinar Lapandewa melmiliki peran besar dalam penguatan kelompok Tani Nelayan Kaombo Labukutorende. Melalui siaran yag di berikan kepada masyarakat tentang informasi pertanian dan nelayan yang dilakukan secara konsisten mampu merubah pemahaman masyaraka tentang keberadaan kelompok ini. masyarakat yang tadinya tidak memiliki minat untuk bergabung dalam kelompok ini, maka melalui siaran yang di berikan oleh radio kepada masyarakat mampu merubah pemahaman masyarakt dan menarik minat mereka untuk masuk dalam keanggotaan kolompok ini. Satu demi satu masyarakat berbondong-bondong bergabung di kelompok ini sehingga sampai saat ini kelompok telah memiliki anggota sebanyak 180 orang dengan aset dana bergulir sebesar Rp 160.000.000 yang merupakan dana swadaya anggota. Kesemuanya itu di kelola dalam koperasi simpan pinjam yang di miliki kelompok ini.

Penguatan organisasi kelompok dilakukan seiring dengan semakin banyaknya anggota, maka di bentuk beberapa sidang-bidang, antara lain : Bidan Advokasi Lingkungan , Bidang Koperasi, Bidang Sarana Air Bersih, Unit PLN, Bidan Radio Komunitas, Bidang Film Dokumenter, Bidang Pertanian dan Nelayan. Berdasarkan bidang yang di bentuk diatas, maka dicangkan beberapa program antara lain: Bidang Advokasi Lingkungan mencanangkan program Penanaman Pohon, Ekowisata, Pembuatan Pupuk, dan pelesterian lingkungan. Bidang Pertanian dan nelayan mencanangkan program Kacip Jambu Mete,pembuatan Keju oleh ibu rumah tangga, Green House, Ternak Kambing, Pengembangan Anyaman Kerajinan dan perintisan jalan usaha nelayan. Bidang Radio Komunitas Mencanangkan program Penyiaran Komunitas, Comunity Center, Buletin. Bidang Film Dokumenter mencanangkan program Prduksi Film Dokumenter dan Nonton Bareng Film Dokumenter. Bidang Sarana Air Bersih mencanangkan program SPAL dan sanitasi. Bidang Koperasi mencanangkan program Simpan Pinjam dan toserba. Bidang PLN mencanangkan program penangganan pembayaran tagihan listrik sekecamatan lapandewa.

Penguatan terhadap kelompok untuk membangun masyarakat kritis dalam memahami masalah yang mereka hadapi serta terlibat langsung mengatasi masalah yang mereka hadapi dalam bentuk menumbuhkan Keterlibat langsung masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah bukti nyata peran radio komunitas dalam membangun masyarakat indonesia. (Ibe JRK Sultra).

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.1358 seconds.