Modal Nekad, SMKN I Pacet Kampus II Sukatani Hasilkan Alumni Unggul dan Ada Yang Bekerja di Negeri Jepang
Cianjur, Bertahun tahun pengelolaan SMK Negeri I Pacet Kampus II Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ditelantarkan Pemerintah. Status sekolah negeri tidak menjamin sekolah tersebut mendapat fasilitas dan dukungan penuh dalam proses belajar mengajar di sekolahnya. Sejak SMK itu berdiri pada tahun 2004, SMK tersebut baru punya dua ruang yang harus berbagi keperluan untuk 3 ruang kelas dan 1 ruang guru. Sementara SMK tersebut sudah menghasilkan alumni yang bekerja di bidang pertanian dan bahkan tahun lalu alumni siswanya mampu bersaing dan diterima kerja di Negeri Jepang.
Koordinator pengajar SMKN I Pacet Kampus II Sukatani, Kang Dadan Wahyudin S.ST.Pi mengatakan bahwa Sekolah tersebut sampai hari ini tidak pernah mendapatkan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) dan fasilitas lainnya untuk mendukung belajar mengajar, yang membanggakan para guru saat ini adalah tanpa bantuan pemerintah pun siswanya banyak yang sudah berkarya.
"Kami selama ini menjalankan sekolah ini dengan swadaya dan berkreasi sendiri agar siswa tidak dikorbankan, padahal status sekolah dan siswanya adalah Negeri. Jumlah siswa kami berjumlah 60 orang tapi kami tidak mendapatkan dana BOS dan semua operasional sekolah harus disediakan dari swadaya sendiri" ujar Dadan.
Lebih lanjut Dadan menjelaskan bahwa saat ini guru yang mengajar di SMK berjumlah 17 orang yang statusnya semuanya adalah honorer yang belum pernah menerima honor dari pihak sekolah induk ataupun dari Pemerintah. Selama ini para guru punya pekerjaan lain untuk menutup kebutuhan keluarga, seperti dirinya mengajar ditempat lain. Begitu juga para guru lain, ada yang punya latar belakang penyuluh pertanian, konsultan dan lain sebagainya.
"Kami tetap menjalankan kegiatan sekolah, karena itu yang menjadikan masyarakat sekitar secara perlahan mulai percaya pada sekolah kami. Siswa diminta untuk bayar sekolah sebesar 50 ribu, tapi hanya 25 prosen saja yang mampu bayar. Selebihnya ada orang tua yang lebih memilih anaknya keluar sekolah daripada membayar iuran" jelas Dadan.
Dadan mengungkapkan bahwa sudah banyak juga dukungan dari berbagai pihak seperti ada anggota DPRRI yakni Bapak Arif Budimanta yang punya anak asuh dan menanggung biaya sekolah sebanyak 5 siswa. Dirinya juga berusaha terus untuk mengajak para pengambil kebijakan untuk mendukung dan menfasilitasi kelengkapan sekolah agar menghasilkan siswa siswa yang mandiri kelak. Seperti salah satu siswa SMK yang sudah bekerja di Jepang dan ada juga yang kuliah diperguruan tinggi negeri.




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

