Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

3 M, Obat Efektif Perangi DBD dan Cikunguyah Berita

CIPARAY. Musim Penghujan yang datang diawal bulan November lalu harus mulai diwaspadai dampaknya, terutama berbagai Penyakit yang biasa menyerang manusia dimusim hujan seperti inpeksi saluran pernapasan atau ISPA, Diare, flu dan yang harus diwaspadai adalah terjangkitnya Penyakit demam Berdarah (DBD).

Mengatasi penyakit tersebut sebagian masyarakat menganggap Fooging atau penyemprotan merupakan cara yang efektif dalam mengatasi tersebarnya nyamuk Aydes aygepti, penyebar utama penyakit demam berdarah. Tapi rupanya Fooging kurang efektif dalam mengatasi nyamuk ini, selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, penyemprotan juga tidak hanya satu kali saja, dan itu pun dengan syarat tertentu  diantaranya  saat penyemprotan tidak boleh ada orang di sekitar rumah karena bisa mengganggu pernapasan, termasuk makanan harus dalam keadaan tertutup, ini disebabkan bahan Penyermprotan termasuk kategori pestisida, Penyemprotan hanya membersihkan nyamuk dewasa saja sedangkan jentik-jentik bakal nyamuk tetap bisa hidup dan tumbuh menjadi nyamuk dewasa yang tahan hidup hingga 20 hari, hal tersebut diungkapkan Dr. Mulya Munajat, Kepala UPTD Kesehatan Kecamatan Ciparay yang juga Kepala  PUSKESMAS DPT Magungharja.

Memutus mata rantai penyakit DBD maupun Penyakit Cikunguyah yang kedua- duanya disebarkan oleh nyamuk, cara hidup sehat dan mengoptimalkan Gerakan 3 M, Menguras bak mandi atau penampungan air sekurangnya seminggu sekali, Menutup Tempat penampungan air minum, serta mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air dan digunakan untuk bertelur nyamuk seperti Kaleng cat, Ban, air minum kemasan, dan barang lainnya.

Gerakan 3 M ini, khusus untuk beberapa desa yang berada di wilayah Kerja PUSKESMAS DPT Magung Harja seperti Magung harja, Mekar sari, Ciparay, sarimahi, serang mekar telah disosialisaikan kepada masyarakat baik melalui penyuluhan maupun pertemuan biasa dengan warga, terutama di desa dengan pemukiman yang padat penduduk seperti Ciparay, Magung Harja, Sarimahi dan Cikoneng yang di waspadai akan timbul gejala penyakit DBD dan Cikunguyah.

Apabila disatu daerah, ada warga yang positip terserang DBD yang dinyatakan resmi oleh Rumah sakit, maka UPTD Kesehatan selaku pengendali lingkungan akan segera turun tangan mengatasi kondisi wilayah agar penyebaran Penyakit yang bisa merenggut nyawa ini tidak menyebar kemana-mana, tapi upaya yang pertama harus dilakukan adalah mengoptimalisasi gerakan 3 M di masyarakat.

Sedangkan untuk Cikunguyah, penyakit yang terkadang membuat syok penderita karena menyerang persendian dalam artian lumpuh temporer, serta  bisa menyerang semua anggota keluarga, gerakan 3 M bisa pula mengatasi hal itu. Dihimbau pula kepada seluruh masyarakat khusus di Kecamatan Ciparay dan Kab. Bandung umumnya agar mewaspadai wabah penyakit DBD dan menggiatakan kegiatan 3 M dilingkungan Masing-masing. (Asli - Mase FM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09263 seconds.