Pengentasan Kemiskinan melalui Kerjasama dan Kerjakeras Semua Pihak
oleh: Wahyu MK
Definisi Kemiskinan
Menurut para ahli, definisi dari kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
1. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Tolok ukur kemiskinan
Gambaran kemiskinan di Mumbai, India oleh Antônio Milena/ABr.
Kemiskinan absolut: Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 sebanyak 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari.
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Diskusi tentang kemiskinan
Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya.
1. Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolut dan relatif.
2. Dalam politik, perlawanan terhadap kemiskinan biasanya dianggap sebagai tujuan sosial dan banyak pemerintahan telah berupaya mendirikan institusi atau departemen. Pekerjaan yang dilakukan oleh badan-badan ini kebanyakan terbatas hanya dalam sensus dan pengidentifikasian tingkat pendapatan rendah di mana warga negara dianggap miskin. Penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial, kesempatan kerja khusus, dll. Beberapa ideologi seperti Marxisme menyatakan bahwa para ekonom dan politisi bekerja aktif untuk menciptakan kemiskinan. Teori lainnya menganggap kemiskinan sebagai tanda sistem ekonomi yang gagal dan salah satu penyebab utama kejahatan.
3. Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan.
4. Dalam pendidikan, kemiskinan memengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan kurangnya kandungan gizi makan mereka membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar. Lebih jauh lagi, dalam lingkungan pendidikan ada istilah untuk menggambarkan fenomena "yang kaya akan tambah kaya dan yang miskin bertambah miskin" (karena berhubungan dengan pendidikan, tetapi beralih ke kemiskinan pada umumnya) yaitu efek Matthew.
Perdebatan yang berhubungan dalam keadaan kapital manusia dan kapital individual seseorang cenderung untuk memfokuskan kepada akses capital instructional dan capital social yang tersedia hanya bagi mereka yang terdidik dalam sistem formal.
Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati batas garis kemiskinan.
Upaya-upaya mengurangi kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
1. Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
2. Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.
Menyoal Kemiskinan dunia
Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai "sebuah kondisi yang dicirikan dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum yang aman, fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi."
Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari AS$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari AS$ 2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin", dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001.
Menyoal Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Utara
Jika potret kemiskinan bisa dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka dapat digambarkan posisinya sebagai berikut:
Untuk ukuran negara-negara ASEAN:
(25) Singapura, (30) Brunei, (66) Malaysia, (87) Thailand, (105) Philipines, (111) Indonesia, (116) Vietnam, (133) Laos, (137) Cambodia, (138) Myanmar, (162) Timor Leste dari 182 negara yang termasuk dalam Laporan Pembangunan Manusia Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis pada tanggal 5 Oktober 2009.
Data lainnya yanag berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia. Pada tahun 2008, nilai IPM keseluruhan Indonesia adalah 71,17 dengan nilai IPM tertinggi berada di provinsi DKI Jakarta sebesar 77,03 dan terendah berada di provinsi Papua sebesar 64,00. Sementara NTB berada pada posisi 32 dari 33 provinsi dengan IPM 64,12 satu tingkat di atas Papua.
Menurut Kepala Bapeda KLU, Ir. Nanang Mattalata, angka kemiskinan di daerahnya mencapai 43,14. Upaya ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk mengatasi persoalan kemiskinan
Selain peran pemerintah, ada pula peran dari Lembaga Satya Dharma Mataram (LSDM), yang memiliki program Lumbung Bersaing. Direktur LSDM, Baiq Indraningsih mengatakan, Lumbung Bersaing NTB merupakan program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan dalam rangka percepatan pencapaian target Millenium Develoment Goals (MDGs) yang meliputi multisektor yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi dan lingkungan.
Azas penting dalam melaksanakan kegiatan Lumbung Bersaing NTB adalah dari, oleh dan untuk masyarakat, yang dalam proses kegiatannya ditekankan pada dua dimensi yaitu memberikan wewenang dan kepercayaan kepada masyarakat menentukan sendiri kebutuhannya, merencanakan dan mengambil keputusan secara terbuka dan penuh tanggungjawab serta menyediakan dukungan lingkungan yang kondusif, mewujudkan peran masyarakat dalam pembangunan, untuk upaya peningkatan kesejahteraan mereka sendiri.
Disamping dua hal di atas, ada pula program pemerintah pusat melalui PNPM Mandiri Perdesaan. Menurut Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH, bila melihat konsep awal dari Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yakni dalam rangka pengentasan kemiskinan. Sejak tahun 2003 hingga 2011 sudah mencapai sekitar Rp. 54 miliar. Sementara pada tahun 2010 lalu, total dana PNPM sebesar Rp. 9,750 miliyar yang dibagi di lima kecamatan yaitu, Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan.
Untuk mengatasi kemiskinan ini, pemerintah KLU telah berkomitmen untuk menurunkan 2,5 persen pertahun. “Kita sekarang lebih baik memberikan masyarakat itu kailnya daripada ikannya. Artinya kita lakukan pemberdayaan terhadap warka kita yang katagori miskin daripada terus menerus memberikan bantuan”, jelas Djohan.
Kesimpulan
Mengacu kepada persoalan kemiskinan mulai dari definisi, statistik dan upaya-upaya pengentasannya, tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu kerja keras semua pihak baik pemerintahan, LSM maupun masyarakat lainnya, melalui:
1. peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pendidikan,
2. kebijakan pemerintah yang pro-rakyat,
3. kemandirian ekonomi dengan stimulus bantuan yang bersifat produktif, serta
4. semangat pantang menyerah dari warga masyarakat sebagai pelaku dan penggerak perekonomian yang berorientasi kesejahteraan bersama.
Ke-empat pilar di atas hanya akan efektif jika dikerjakan secara sinergi oleh semua unsur. Dunia pendidikan antara mayarakat dan para tenaga kependidikan yang berkualitas, pemerintahan yang bersih dari korupsi serta penegakan hukum yang memiliki nilai-nilai keadilan bagi seluruh komponen masyarakat, pemanfaatan berbagai sumber pendanaan ekonomi yang produktif dan dapat dipertanggungjawabkan serta jiwa kewirausahaan dengan menghargai dan mencintai berbagai produk barang dan jasa hasil kreasi bangsa sendiri dengan dukungan sikap mental yang mandiri tanpa harus menggantungkan harapan kepada bantuan dari pihak lain. (referensi dari berbagai sumber)
Berita Terkait:
1. Atasi Kemiskinan, Pemerintah KLU Gelontorkan Dana Rp. 136 Miliar
- Suara Komunitas
- Analisis
- dibaca 662x
- [2] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

