Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo Berita

Sleman - Yogyakarta. Satu lagi tradisi adat dari Yogyakarta di gelar, bertepatan dengan bulan Sapar seperti tahun tahun yang telah lalu tepatnya di Dusun Pondok Wonolelo Widomartani  Ngemplak Sleman, dengan mengadakan upacara adat untuk memperingati, mendoakan dan mengenang darma bakti anak cucu kepada Cikal Bakal yang mendirikan dusun Pondok Wonolelo yakni Ki Ageng Wonolelo.  Upacara tersebut di laksanakan mulai tanggal 23 Desember 2011. Sebagai pendukung acara di Pondok Wonolelo diadakan aneka macam hiburan dan pentas kesenian yang di akhiri dengan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo serta penyebaran apem pada tanggal 7 Januari 2012. Kesenian yang disajikan merupakan kesenian tradisional, yang dimaksudkan untuk nguri-uri seni budaya yang adi luhung sebagai upaya membentengi lenyapnya identitas bangsa dari serbuan budaya global.

Pada acara tersebut upacara pemberangkatan Kirab dilakukan di kelurahan Widodomartani. Di tempat ini diselenggarakan acara ceremonial, Tari Golek, Fragmen yang menggambarkan pada waktu Ki Ageng Wonolelo babat alas mendirikan dusun. Kemudian Kirab menuju rumah Ki Ageng Wonolelo. Semua pusaka peninggalam Ki Ageng Wonolelo diantaranya Kitab Suci Aqur’an, Bandil, Baju Ontrokusumo, Kopyah, Potongan Kayu Mustoko Masjid, dan Tongkat, dikeluarkan dari rumah peninggalan menuju makam Ki Ageng Wonolelo. Dimakam tersebut diadakan pembacaan Kalimah Toyibah Tahlil dan tabur bunga. Setelah pusaka-pusaka dikembalikan diadakan penyebaran apem sejumlah satu ton.

Apem tersebut dibuat berbentuk Gunung Apem yang bentuknya mengerucut lancip keatas yang merupakan suatu perlambang bahwa pencipta alam semesta hanyalah satu Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan anak cucu Ki Ageng Wonolelo hanya menyembah Allah SWT yang berada di langit sap tujuh. Apem berasal dari bahasa arab yaitu 'Afwun yang artinya ampunan. Apem yang disebar memiliki makna bahwa saat itu Ki Ageng Wonolelo suka membagikan shodaqoh, dan diharapkan anak cucu Ki Ageng Wonolelo juga memperbanyak shodaqoh dan memohon ampunan Allah SWT.

Sedikit sejarah Ki Ageng Wonolelo , bahwa Ki Ageng Wonolelo bernama asli Jumadigeno seorang keturunan Prabu Browijoyo V.  Beliau merupakan tokoh penyebaran agama Islam pada masa Kerajaan Mataram yang bermukim di dusun Pondok Wonolelo. Beliau juga memiliki ilmu linuwih dan ilmu kebatinan yang tinggi. Beliau pernah diutus Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram. Akhirnya beliau berhasil menaklukan Kerajaan Palembang tanpa dengan peperangan. (Choiriyanto-Widjaya FM)

Komentar (2)

Page generated in 0.0928 seconds.