Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pentingnya Induk Betina dalam Beternak Kenari Pengalaman

Sleman-Yogyakarta. Burung Kenari dipelihara untuk didengarkan kicauannya, menghasilkan kenari dengan nyanyian (kicauan) yang baik membutuhkan tahapan dan proses yang baik pula. Tahapan tersebut tidak lepas dari peternak kenari itu sendiri. Karena dari sanalah tempat anakan kenari tersebut dihasilkan, mulai dari proses penjodohan yang dilakukan si peternak sampai didapatkan hasil anakan. Berikut tips dari hasil liputan Suara Parikesit - Widjaya FM di kediaman Gandung Sunardiyono, salah seorang  peternak kenari.

Dengan gayanya yang sering selengekkan pria dengan satu orang istri dan 2 orang anak ini memaparkan bagaimana upaya agar menghasilkan kenari yang berkualitas baik. Banyak peternak yang tidak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tidak berkicau, sehingga tidak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak. Demikian dipaparkan berdasarkan pengalaman pria yang hobi memelihara burung sejak kecil ini dirumahnya yang beralamat didusun Karanganyar Rt01 Rw 46, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta

Secara genetik kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyanyian anaknya. Banyak peternak membeli pejantan yang bagus untuk dijodohkan dengan betina, dengan tujuan agar mendapatkan keturunan jantan yang berkaualitas bagus seperti bapaknya. Dari hasil penjodohan tersebut sering peternak akan mengatakan “betinanya tidak cocok dengan si jantan” karena anaknya yang dihasilkan dan berkelamin jantan ternyata tidak berkualitas bagus, terkadang peternak menjadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan tersebut berikut anakan betinanya. Tanpa disadar ibahwa anakan betina yang ikut terjual tersebut sebetulnya berpotensi untuk menghasilkkan anakan jantan yang bagus dimasa depan.

Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anaknya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W atau anakan jantan dengan meneruskan kromosom Z. Dengan meneruskan kromosom Z keturunan jantan  berarti induk kenari tersebut mewariskan nyanyian indah yang berasal dari pejantan si betina tersebut ke anak jantannya. Jadi hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus tidak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yuang hebat seperti bapaknya. Sehingga anakan betina dari keturunan pejantan yang bagus, sangat berpotensi jadi induk yang bagus meskipun kadang saudaranya mungkin jelek.

Banyak peternak kenari yang tidak memberikan kesempatan kepada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Semua kenari baik jantan maupun betina pasti membawa gen yang baik dan kurang baik. Sebagai contoh didalam sebuah sarang dengan empat anakan akan memiliki kualitas yang berbeda-beda. Dari empat tersebut hanya satu atau dua yang memiliki kualitas suara yang bagus, dan yang lainnya dengan kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek.

Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunannya. Ada pepatah mengatakan bahwa Kota Roma tidak dibangun dalam satu hari, dalam hal ini memiliki pengertian bahwa untuk mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicauan yang bagus tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali perjodohan atau beternak dalam semusim. Peternak yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu penjodohan sehingga dia harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian harus bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai menemukan garis keturunan yang dirasa cocok, hingga diperlukannya lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan selanjutnya. 

Jumadi-Widjaya FM 

Komentar (3)

Page generated in 0.09277 seconds.