Lagi, Pelanggan PDAM Keluhkan Tingginya Pembayaran Air
Lombok Utara, Suarakomunitas - Setelah kembali kantor ranting Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) beroprasi setelah dirusak masa pada aksi demo 16 November 2011 tahun lalu, kini kembali para pelanggan mengeluhkan masih tingginya pembayaran air yang dikelola PDAM Menang Lombok Barat.
“Aksi yang kita lakukan tahun lalu itu sia-sia, karena tidak mampu mengubah kebijakan pemerintah yang menaikkan pembayaran air secara sepihak dan tanpa disosilaisaikan ke pelanggan. Bahkan Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH terkesan memihak kepada PDAM dan tak peduli terhadap keluhan masyarakatnya”, ungkap puluhan pelanggan PDAM Kecamatan Bayan.
Aksi demo pelanggan PDAM tahun lalu yang berakhir dengan pengrusakan tersebut, membuat tiga orang warga menjadi tersangka yang sekarang sudah dibebaskan dari jeratan hukum, karena tidak cukup bukti, sebab yang melakukan pengrusakan itu adalah masa pendemo yang kesal atas kebijakan PDAM yang menaikkan harga air sampai diatas 20 persen.
Sementara Bupati KLU dinilai lebih percaya ungkapan Direktur PDAM yang menyebutkan, bahwa aksi demo dilakukan oleh pelanggan yang menunggak pembayaran. Padahal kenyataannya, yang melakukan aksi para pelanggan yang keberatan terhadap kebijakan kenaikan tarip PDAM.
Ini terlihat ketika Bupati KLU, memberi sambutan pada penandatanganan kerjasama penanaman jabon dan sukun antar kelompok tani dengan PT Rinjani Hijau Mataram di desa Akar-Akar, akhir desember lalu yang menegaskan, aksi demo terhadap PDAM ranting Bayan yang berakhir dengan pengrusakan beberapa waktu lalu dilakukan oleh pelanggan yang menunggak pembayaran.
Beberapa warga mendengar ungkapan Bupati tersebut sempat menggerutu dengan nada sedikit sisnis. “Sebaiknya Bupati melakukan pengecekan di masyarakat lebih dulu, baru mengungkapkan pendapatnya seperti ini. Padahal orang tau, dampak dari kenaikan pembayaran PDAM inilah mengakibatkan masyarakat miskin tidak mampu membayar”, gerutu puluhan warga.
Bupati KLU dalam setiap ada kesempatan berpidato tidak pernah lupa menyampaikan program unggulannya yaitu pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Namun kenyataannya, warga miskin yang mengeluhkan tingginya pembayaran air PDAM belum mampu diatasi. Tuntutan pelanggan PDAM di Kecamatan Bayan hanya satu, kembalikan tarip semula atau PDAM diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah KLU.
Menanggapi harapan warga itu, H. Djohan Sjamsu, mengaku kalau pemerintah KLU belum mampu mengelola PDAM sendiri, karena jumlah pelanggannya masih kurang, sehingga biaya oprasional lebih besar dari pendapatan. “Kita belum punya incam di PDAM Menang Lombok Barat, dan kalau kita kelola sendiri, tentu kita belum mampu, karena mengingat pelanggannya yang masih sedikit”, jelas Djohan.(sk-010)
- Primadona FM
- Pendapat
- dibaca 383x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

