A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
28 Dec 2011

Musik Bambu dan Sejarahnya di Tatelu

Wanuata FM - Wanuata FM

Salah satu alat musik tradisional Minahasa yaitu Musik Bambu dimainkan oleh kumpulan dari beberapa orang yang membentuk grup (biasanya berasal dari satu desa) seperti layaknya kumpulan orang orang pada sebuah orcestra. Tidak jelas kapan dan dimana musik bambu diciptakan atau tercipta, namun karena orang Minahasa mencintai musik, maka mereka begitu kreatif menjadikan apa saja sebagai instrumen musik seperti alat musik yang terbuat dari kayu, tempurung (coconut shell), bia atau kerang (seashell ) dan tentunya dari bambu.

Keunikan dari musik bambu instrumen ini yaitu berasal dari jenis bambu bambusa vulgaris, dendrocalamus asper dan gigantochloa verticilata. Unsur tambahan yang terdapat dalam Musik Bambu yaitu instrumen seperti kuningan atau timah yang disebut ‘bambu klarinet ‘ atau ‘bambu seng’.
Keberadaan musik tradisional ini sebelumnya hanya di terima secara lokal oleh masyarakat Minahasa. Pagelaran Musik bambu terbesar yaitu ketika Persatuan Musik Bambu Klarinet (PMBK) pimpinan Ny. Sus Pangemanan menggelar musik bambu kolosal pada September 2002 lalu, yang melibatkan 2.155 pemusik dari 47 Grup Musik Bambu di Sulawesi Utara. Pertunjukan tersebut masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia.

Perkembangannya di Tatelu
Sebagai bagian dari orang Minahasa, masyarakat Tatelu juga suka akan beragam seni musik termasuk memainkan musik bambu. Pada tahun 1919, sudah ada dua grup musik bambu yang ada. Menurut Bapak Ernest Rumagit, grup musik itu berada di wilayah Lembet dengan nama grup “Sabar” pimpinan Esau Tumengkol sekaligus menjadi pelatihnya. Sedangkan grup musik lainnya berada di bagian Pondol, bernama Grup Musik Bambu “Bintang Tiga” yang dipimpin dan dilatih oleh Hein Mandagi. Kedua grup musik itu sangat baik dan sudah terkenal karena sering menjadi juara dalam berbagai lomba tingkat lokal. Seiring dengan berjalannya waktu, di tahun 1920-an, kedua grup musik bambu ini akhirnya bubar.
Nanti pada tahun 1930, muncul kerinduan sebagian masyarakat membentuk grup musik bambu kembali. Dibentuklah grup musik yang merupakan gabungan dari dua grup musik sebelumnya (Sabar & Bintang Tiga) untuk kembali memainkan peran mereka dalam bermusik. Maka grup musik bambu ini di beri nama Eendract yang artinya Bersatu.
Karena begitu kompak, maka grup musik ini mengalami masa kejayaannya dari tahun 1930 sampai tahun 1933. Mereka selalu menjadi juara dalam perlombaan-perlombaan yang diikuti, mulai dari tingkat desa hingga tingkat Kota/Kabupaten. Ketika Hein Mandagi pindah ke Makasar, akhirnya grup Musik Bambu Eendract ini terpaksa bubar dan selanjutnya tak ada lagi grup yang terbangun hingga tahun 1945.
Kerinduan untuk kesekian kalinya masyarkat akan keberadaan musik tradisional ini akhirnya terjawab setelah dengan susah payah kembali di gagas oleh Ernest Rumagit. Lahirlah grup musik TROMP, sebuah nama yang terinspirasi dari nama Kapal Perang Belanda yang terkenal pada waktu itu. Grup musik TROMP ini juga sering menjadi juara seperti grup sebelumnya.
Pada tahun 1949, sejarah musik bambu di Tatelu kembali mencatat kenyataan bubarnya grup musik TROMP karena pemimpinnya Ernest Rumagit sebagai seorang Guru harus pindah mengajar di Desa Klabat.
Kemudian pada sekitar Tahun 1975, berdirilah grup musik ‘Nada Tamporok’ di bawah pimpinan Wolter Supit sekaligus menjadi pelatih bersama Apolos Rumagit dan Bone di Desa Warukapas yang merupakan pemekaran dari Desa Tatelu.
Penuturan Robby Supit dan Maxi Lumewan serta Teo Montung, berdirinya musik ini, sangat banyak pesertanya dan sangat berkembang, sehingga populer pada tahun 1980 sampai 1985 karena sering menjadi juara dalam setiap lomba yang diikuti di seluruh tanah Minahasa.
Seperti pendahulu-pendahulunya, akhirnya grup musik Nada Tamporok ini bubar juga akibat masalah intern peserta grup musik waktu itu yang perorganisasiannya sangat lemah.
Belajar dari tidak konsistennya para pegiat musik bambu terdahulu, maka untuk melestarikan kebudayaan Minahasa dan kejayaan musik Bambu di Desa Tatelu berkumpulah 3 tokoh masyarkat desa Warukapas yang peduli akan seni budaya yakni Ernest Rumagit yang dulunya adalah seorang pemimimpin grup musik bambu, Matheos Katuuk yang adalah seorang pensiunan guru dan kepalah sekolah, serta Benhard yang adalah seorang tokoh masyarakat dan tokoh Gereja (seorang majelis Jemaat) di desa Warukapas, mereka sepakat untuk membentuk grup musik yang baru dalam rapat yang dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2006, Sejak saat itulah mulai digagas dan saat ini telah terbentuk grup musik Bambu yang baru yang saat ini sudah berjumlah tiga puluhan orang yang berlatih setiap Jumat dan Minggu malam. Menurut Ernes salah satu dari tiga orang penggagas yang menjadi kordinator grup musik ini, bahwa Kegiatan latihan dilaksanakan secara bergilir di tiap rumah peserta, dengan maksud supaya bisa menjaring para generasi muda yang ingin bergabung serta para orang tua yang punya kerinduan untuk terlibat dalam melestarikan musik tradisional Minahasa ini. (ch@)

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Gerakan Hijau, Kecil tapi Indah

Sebuah program kegiatan bertajuk Green and Clean (hijau dan bersih) dilaksanakan di Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Program ini melibatkan Kelurahan Terban bekerja sama dengan Pemerintah

5 KONTEN TERBARU

01:35
Musim panen tebu telah tiba seiring telah dimulainya proses giling oleh beberapa pabrik gula (PG) di Jateng. Petani tebu di Kabupaten Rembang menyambut girang musim panen sambil berharap cuaca bisa Berita > Rembang > Rembang Cyber
20:08
 ANDOOLO (SK) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe Selatan Tahun Anggaran 2011 tidak berpihak kepada masyarakat miskin (pro poor), dapat terlihat dari sisi manfaat dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
09:33
 MALINO (SK) - Canada International Develompent Agency (CIDA) melalui program Better Apporoach to Service Provision Through Increased Capacities (BASICS) mengelar pelatihan terkait Analisis dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (sekdaprovsu) H.Nurdin Lubis, SH menyatakan Pemprovsu siap mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dan Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.  Hal itu dikatakannya Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan Berita > Sumatera Utara > Tanjung Bunga
00:47
Blangpidie, Abdya- Masyarakat Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya dalam sepekan terakhir dihebohkan oleh kabar pelecehan seksual terhadap beberapa orang siswi,sebuah Berita > Aceh > Genta FM
00:45
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan Berita > Aceh > Genta FM
00:31
 Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah Berita > Aceh > Wahyu MK

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.331326 seconds.