Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dikeluhkan, Biaya Sewa Traktor Meroket Berita

Rembang – Suarakomunitas.net - Para petani pemilik sawah di Kabupaten Rembang mengeluhkan naiknya biaya sewa traktor seiring datangnya musim penghujan. Semakin sedikitnya pembajak tradisional belakangan ini, membuat para petani lebih memilih menggunakan jasa bajak mesin atau traktor meski dengan baiya yang mahal.

 

Kenaikan harga sewa belakangan disebabkan karena banyaknya  permintaan.

 

Hartiyo, petani asal Desa Sulang, Kecamatan Sulang, mengatkan, saat ini ongkos sewa traktor tangan perheharinya mencapai Rp250.000 hingga Rp275.000.

 

"Sebelum musim penghujan ongkos sewa traktor tangan perharinya berkisar Rp175.000 hingga Rp200.000. Belakangan biaya sewa membubung sebab banyak yang membutuhkannya," katanya, Jumat (4/11).

 

Sedangkan biaya sewa traktor besar (mobil), tambahnya, juga mengalami kenaikan. "Untuk traktor besar perhektarnya mencapai Rp2 juta, bahkan lebih. Padahal sebelumnya harga sewa hanya Rp1,6 juta. Itu saja harus mendatangkan dari luar kabupaten Rembang, karena di Rembang jumlah traktor besar masih sangat minim," tambahnya.

 

Bapak dua orang anak ini menambahkan, kenaikkan ongkos sewa traktor tidak bisa ditawar-tawar lagi. penyebabnya, jumlah buruh bajak tradisional di desanya sudah sangat berkurang. Sementara regenerasi buruh bajak tradisional dari kalangaan pemuda mandeg alias terhenti.

 

"Pemuda sekarang malu dan ogah terjun ke sawah sebagai pembajak. Alasannya bekerja di sawah itu kotor dan penuh lumpur. Sehingga mereka mengangggap tidak layak dan tidak bergengsi. apalagi jika sering diejek teman-teman sebaya."

 

Karena di desa-desa tenaga buruh bajak jumlahnya berkurang, petani terpaksa mengandalkan mesin traktor untuk mengolah lahannya, meski dengan biaya operasional yang lebih mahal," katanya.

 

Hal sama juga diungkapkanLilik, petani asal desa korowelang, Kecamatan sulang. Meski mahal, ia terpaksa tetap memilih traktor untuk mengolah lahan pertaniannya. "Jumlah pembajak tradisional yang semakin sedikit, membuat kami kesulitan untuk menggunakan jasanya. Apalgi saat ini memreka lebih memntingkan untuk mengolah lahannya sendiri terlebih dahulu, baru melayani kebutuhan pengguna jasa mereka," katanya.

 

Dengan membubungnya biaya sewa traktor, maka biaya operasional yang dikeluarkan petani semakin besar. karenanya, petani dituntut untuk lebih cermat dan optimal dalam memanfaatkan lahan pertaniannya agar mendapatkan panenan yang melimpah, sehingga biaya operasuoanl yang besar tidak menjadi sia sia begitu saja. (Rom).

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09516 seconds.