Pemuda dan Semangat Kebangsaan
Rasidi - Bragi FM
Oleh: Hernawardi (Prnt. Humas Lombok Barat)
Tiap kali memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober yang tahun ini sudah berusia ke-83 sesungguhnya harus tetap menjadi babak baru bagi pembaruan komitmen politik kebangsaan kita. Peringatan Sumpah Pemuda hendaknya menjadi tolok ukur dan bahan evaluasi perjalanan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dan merenungkan etape perjalanan peringatannya dari tahun ke tahun. Sejauh mana tekad kesatuan itu terpatri di tiap sanubari anak bangsa di tengah semakin membaranya politik disintegrasi yang bisa merapuhkan pilar keutuhan berbangsa, bernegara dan bertanah air satu.
Disintegrasi bangsa yang selama ini terkontaminasi oleh kepentingan politik tertentu telah mencedrai ideologi bangsa sebagai fondasi semangat kebersamaan, kerukunan, keutuhan dan semangat kebhineka-tunggal-ikaan.
Sebagai bangsa yang besar yang dilahirkan dari perjuangan yang berat dan melelahkan yang selama kurun waktu yang panjang pasca kemerdekaan dalam proses perkembangannya telah bernteraksi dalam kehidupan beragama, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Sayangnya gerakan-gerakan sporadis tersebut telah mencoreng apa yang disebut khittah perjuangan sesungguhnya dari bangsa Indonesia. Pemaknaan nilai-nilai kebangsaan yang hakiki telah tergembosi pola pikir dan interpretasi yang diterjemahkan begitu sempit. Karena itu tidak mengherankan nilai harmoni kebangsaan yang suci dan hakiki semakin buram karena kuatnya desakan ketidakjujuran, kemalasan dan pantang berkorban. Bisa dibuktikan keparahan semangat ini telah mereduksi hampir semua lini bangsa ini dari lokal hingga di tingkat nasional.
Sebuah catatan pinggir yang perlu digarisbawahi, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan jumlah pemuda yang dikatagorikan juga cukup besar. Potensi pemuda Indonesia yang cukup besar tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa bangsa ini menjadi maju dan besar dengan segala dinamika perubahan yang terjadi adalah berkat karya produktif seorang pemuda.
Gagasan dan cara berpikir pemuda dari watak pragmatis ke wawasan global telah mampu menunjukkan jati diri bangsa yang terdiri dari banyak suku dan adat kebiasaan. Inilah yang menjadikan bangsa yang serba plural ini menjadi sebuah bangsa yang bisa diperhitungkan di dunia.
Potret bangsa Indonesia yang telah mampu menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat tersebut, merupakan tanggung jawab moril bagi pemuda sekarang, untuk kembali ambil bagian dalam mewujudkan cita-cita bersama, kesejahteraan masyarakat. Semangat nasionalisme pemuda harus tetap terpatri, bahwa keutuhan, kesatuan dan kebersamaan bangsa Indonesia menjadi kata kunci dalam menyatukan dan memperkuat falsafah Bhineka Tunggal Ika.
Mencermati perjalanan sejarah panjang perjuangan gerakan kepemudaaan di tanah air, yang sarat akan pengalaman dan gejolak dimensi sosial telah membentuk karakteristik pemuda yang lebih dewasa dalam kiprahnya pada pertumbuhan dan pembangunan bangsa ini. Artinya, pemuda mampu menciptakan bargaining position baik kepada pemerintah, terlebih kepada masyarakat.
Kemandirian pemuda berdampak pada tatanan sosial dan semakin memperteguh semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Pemuda Indonesia telah banyak memberikan kontribusi nyata dalam mempersatukan etnitas sekaligus sebagai pelaku sejarah pembangunan negeri ini. Sehingga kedaulatan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap ditegakkan.
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnis dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Rote. Di sana terpateri kekuatan adat dan budaya yang tidak hanya tangguh, tapi juga mampu memberi inspirasi. Dalam momentum seperti ini pemuda Indonesia hendaknya mampu memberikan inspirasi pemikiran konstruktif dan produktif.
Kreatifitas pemuda harus tetap bertumpu pada semangat nasionalisme dan mampu menjadikan pemuda Indonesia secara tidak langsung bisa menyatukan satuan-satuan etnik itu bisa memberikan kontribusi vital dalam pembentukan bangsa. Beragam etnik, kehidupan sosial kultural, agama, terbalut dalam berbagai perbedaan merupakan kekuatan yang membanggakan dan harus tetap semakin direkatkan atas dasar saling harga-menghargai.
Pengaruh materialisme, liberalisme hingga individualisme akibat globalisasi merupakan tantangan dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Bangsa ini terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnis, budaya Di sana terpateri kekuatan adat dan budaya yang tidak hanya tangguh, tapi juga mampu memberi inspirasi.
Dengan satu komitmen pemuda Indonesia telah mengambil peran sentris sekalipun berbagai etnik dengan latar belakang daerah yang berbeda di Bumi Pertiwi, bersatu dan menciptakan kebersamaan. Persatuan itu demi satu cita-cita suci menegakkan kedaulatan dengan mendasarkan prinsip keadilan menuju kesejahteraan dan menjunjung tinggi budaya yang beretika.
Sebelum dan sesudah lahirnya bangsa Indonesia ini hingga masa reformasi sekarang ini, Pemuda haruslah tetap menempatkan diri sebagai mediator dari perbedaan. Bahkan prinsip gerakan kepemudaan yang penuh kreatif, humanis dan lebih dinamis serta saling menghargai perbedaan seiring dengan penerapan prinsip demokrasi yang terus dikembangkan. Pada sisi lain, meski dalam perjalanan bangsa, berbagai persoalan terjadi di tengah masyarakat.
Pelecehan
Menyoal nilai kebangsaan ini, kita patut perihatin dengan berbagai macam pelecehan oleh bangsa kita sendiri maupun bangsa lainnya. Seperti pelecehan terhadap bendera merah putih yang dirobek, dibakar, dirusak diinjak oleh bangsa sendiri hanya untuk mengibarkan bendera sendiri untuk lepas dari bangsa Indonesia. Belum lagi pencaplokan wilayah Indonesia oleh negara-negara lain yang umumnya sering terjadi di daerah perbatasan.
Tentunya hal ini bisa menjadi bahan refleksi bersama pemuda untuk memainkan perannya melalui karya-karya nyata dan terintegrasi untuk menyatukan berbagai perbedaan tersebut dengan kreatifitas dan kerja nyata yang selalu melengkapi dinamika pembangunan dari waktu ke waktu. Tanpa disadari dinamika perjuangan Pos Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna menyatukan keragaman bangsa Indonesia yang penuh dengan pluralitas.
- Bragi FM
- Berita
- dibaca 521x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

