Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Di Pasar Tradisional Tatelu Harga Kasturi Melambung Tinggi Berita

Tatelu, Suara Komunitas – Ketersediaan stok buah Kesturi (Lemon Cui) di pasar tradisional desa Tatelu menipis sehingga membuat harga jualnya mencapai Rp 5 ribu per 3 buah. Naiknya harga jeruk tersebut dinilai tidak sesuai lagi dengan karakteristik sebuah pasar di desa. Penilaian tersebut disampaikan Ilham dan Yetti kepada Suara Komunitas, Senin (31/10).

Ilham mengatakan, karakter sebuah pasar di desa seharusnya menjual harga pertanian yang murah sebab faktor kedekatan akses dengan para petani. Pedagang di pasar desa tidak boleh mengambil selisih keuntungan berlebihan dari harga beli di tingkatan petani itu. Kalau harga jualnya mahal, berarti pedagang di pasar desa telah mengintip harga jual di pasar-pasar yang ada di kota

“Kalau harga jualnya mahal begini, itu tandanya pedagang telah membuat persamaan harga dengan di kota. Tentu warga juga kurang memanfaatkan potensi lahan yang ada,” ungkap Ilham.

Sementara itu, Yeti, sales sebuah produk makanan, berpendapat pasar desa harusnya mendapat pengawasan dari pengelolanya, apakah dikelola oleh desa, koperasi atau Badan Usaha Desa (BUD), untuk mendeteksi harga-harga pertanian.

“Sebab harga komoditas pertanian dipasok langsung oleh petani, jadi tidak mungkin harganya sama dengan harga di kota,” terangnya.

Beberapa pedagang yang coba dikonfirmasi enggan memberikan keterangan rinci. Kebanyakan pedagang hanya menyebut harga jualnya saja. Di antara mereka banyak tersenyum dan malu-malu bercerita.

Melonjaknya harga jeruk ini tidak lepas dari kurangnya pasokan dari para petani. Seorang warga bernama Marten bertutur petani lemon tidak ada di wilayah Tatelu. Kalaupun ada, kebanyakan bertanam untuk di konsumsi sendiri. Menurut pria paruh baya yang sering disapa ‘Buang’ ini, beberapa lahan tanaman Kasturi di Tatelu banyak dimiliki pengusaha besar. Kebanyakan masyarakat hanya berkebun di lahan mereka.

Kasturi adalah jenis jeruk yang mungil, lebih dikenal dengan sebutan Lemon Cui atau 'lemon kacau'. Oleh masyarakat Tatelu, jeruk ini sering diucap 'lemon ikan' sebab kebiasaan warga menggunakannya untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Karena banyak digunakan warga, lemon ini terlihat langka di pasar sehingga harganya melambung. (wanuata)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09145 seconds.