A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
26 Oct 2011

Kayu Bakar, Minyak Tanah dan Elpiji Bahan Bakar yang Menghanguskan Orang Miskin

Administrator - COMBINE Resource Institution

Berbicara soal bahan bakar, sepertinya tidak akan pernah mencapai titik akhir. Selalu berputar dari satu persoalan ke persoalan lainnya membentuk lingkaran atau bulatan yang tak berujung dan tak bertepi.
Pesoalan bahan bakar bukan hanya  perkara lokal melainkan urusan global yang bisa sangat mempengaruhi stabilitas politik dan keamanan di semua belahan dunia yang juga bulat tidak bertepi.

Dalam skala yang lebih kecil, kita melihat sebuah permasalahan bahan bakar yang terjadi di beberapa kabupaten di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari Kabupaten Lombok Timur Gelora FM memberitakan pernah terjadi kelangkaan BBM jenis solar akibat banyaknya petani yang memborong untuk proses pengeringan tembakau. Pengguna solar lain seperti angkutan umum kesulitan pasokan sehingga mengganggu siklus transportasi dan distribusi barang serta jasa. Anehnya dalam kondisi tersebut ada oknum polisi yang mengaku mampu mengadakan barang, tanpa dijelaskan siapa dan dari mana barang didapat.

Dalam berita lainnya dari Lombok Barat  Pertamina melalui pemda setempat melakukan operasi pasar minyak tanah seharga Rp. 16.250,-/5 liter yang disebut-sebut untuk menjawab kelangkaan BBM  yang harga eceran di masyarakat bisa mencapai Rp. 12.000,/liter saat itu. Tapi karena jumlahnya hanya 5.000 liter, tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh karena sifatnya yang temporer. Kelangkaan ini diduga sengaja dilakukan pemerintah untuk mengukur tingkat konsumsi mitan masyarakat yang dialihkan untuk menggunakan elpiji (LPG). Pada sistuasi ini masyarakat tetap dirugikan karena mereka harus mengeluarkan belanja lebih dari yang sewajarnya.

Informasi lainnya yang diperoleh dari Lombok Timur perihal adanya angin segar terhadap persoalan minyak tanah yang menembus harga Rp.8.000,-/liter di mana pemerintah setempat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mendistribusikan bantuan seperangkat kompor gas untuk setiap rumah tangga. Disebutkan uapaya itu untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Namun masalah sosial lainnya muncul manakala masyarakat awam di wilayah tersebut merasa takut menggunakan tabung gas elpiji 3kg yang dibagi gratis tersebut akibat pemberitaan di berbagai media lokal dan nasional yang menggolongkan bahan bakar jenis ini merupakan ‘bom’ yang dikirim oleh pemerintah. Muatan politis dirasakan lebih kental daripada persoalan teknis. Akibat ketakutan dan keluguannya, banyak orang miskin penerima bantuan kompor gas ini kemudian menjualnya kepada pihak ke-tiga dengan harga antara Rp. 60.000,- hingga Rp. 80.000,- per unit. Kalau uang tersebut dipakai untuk membeli minyak tanah, artinya hanya cukup untuk 8-10 liter dan belum tentu mampu untuk kebutuhan memasak selama sebulan.

Hal yang lebih baik soal konversi mitan ke elpiji terjadi di wilayah Lombok Barat yang mendapat jatah bantuan pada tahap ke-dua. Seperti diberitakan Harta Winardi HL dari SGS FM, masyarakat sudah lebih faham soal penggunaan elpiji, berita horror elpiji dari berbagai media arus utama juga sudah mulai reda, sehingga mereka tidak merasa khawatir. “Pada saat ini masyarakat tidak lagi dihantui rasa was-was akan hal tersebut  melihat masyarakat yang lain juga merasa nyaman bahkan kalau dibandingkan dengan biaya minyak tanah, maka jauh lebih mahal minyak tanah ketimbang menggunakan kompor gas.” Tulisnya dalam berita SK.

Namun di antara masyarakat yang perlahan mulai yakin akan kompor elpiji di lain pihak ada segelintir oknum yang memancing di air keruh sebagaimana diberitakan Gelora FM bahwa masih ada pedagang aksesoris kompor gas seperti selang dan regulator yang bermain curang. Yakni dengan membocorkan selang gas milik warga menggunakan cincin khusus yang dikenakannya. Mereka sengaja memeriksa kondisi selang, namun pada saat pemiliknya lengah selang tersebut ditusuk dengan cincin yang digunakannya, sehingga pemilik akan membeli selang yang ditawarkan padahal harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Lagi-lagi masyarakat (orang miskin) dipaksa untuk merogoh kantong lebih dalam demi membeli kepercayaan, keselamatan dan kenyamanan ber-elpiji.

Di lain situasi ketika ada kelompok masyarakat yang mencoba berbagai alternatif bahan bakar, adapula yang kembali ke teknologi jaman ‘baheula’ dengan memanfaatkan kayu sebagai bahan bakar. Seperti diberitakan Gelora FM di Lombok Timur, banyak petani yang meng-oven tembakau dengan menggunakan kayu bakar. Yang fantastis disebutkan dalam kurun waktu empat bulan masa peng-oven-an, ratusan bahkan mungkin ribuan meter kubik kayu ditebang dari hutan-hutan sekitar yang diduga memicu perubahan suhu udara sehingga menjadi sangat panas. Ironisnya penebangan kayu-kayu terjadi di tengah gencarnya kampanye penanaman sejuta pohon.

Lain soal ketika Rasidi dari Bragi FM melalui tulisannya mencoba melirik prospek tanaman jarak yang buahnya dapat dijadikan bahan bakar sekaligus mendukung upaya penghijauan. “Managing Direktur PT BEGE, Mr. Jack didampingi Direktur Plantion, Heru Barus dan Direktur Operasi, Nurhayati menjelaskan, pengembangan jarak ini sangat menguntungkan petani dan bisa mensejahterakan masyakat dari segi ekonomi,” tulis Rasidi.

Kenapa minyak solar langka, apa sebab juga minyak tanah mahal, apa alasan harus menggunakan elpiji? Lalau kenapa tabung elpiji 3 kg ditakuti sebagai monster atau sebagai terror bom? Benarkah penggunaan kayu bakar besar-besaran akan mengganggu ekosistem dan menyebabkan pemanasan global? Benarkah penanaman pohon jarak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat?

Tak akan berujung dan tidak pula akan  bertepi jika kita hanya melihat dari satu sisi  terhadap persoalan di atas. Perlu adanya  kerjasama semua elemen baik pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis,  LSM dan media massa untuk mensinergikan berbagai persoalan dengan cara memberikan penyadaran, pemantauan  dan pendidikan secara berkesinambungan agar orang miskin tidak ‘hangus’ oleh bahan bakar yang dibutuhkan dalam kehidupannya sehari-hari (Wahyu MK)

 

Berita Terkait:

1. BBM Solar Langka, Oknum Polisi Tawari Pengecer

2. Subsidi Mitan di Desa Kuripan Tahap II

3. Konversi Mitan ke Gas tahap II

4. Distribusi LPG Tahap II Dilakukan Hari Ini

5. Operasi Mitan di Desa Kuripan

6. DBH-CT Belum Berpihak Kepada Petani (bagian – III; habis)

7. DBH-CT Belum Berpihak Kepada Petani (bagian – II)

8. DBH-CT Belum Berpihak Kepada Petani (bagian – I)

9. Bimtek Pengembangan Jarak Bagi Pesantren

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Gerakan Hijau, Kecil tapi Indah

Sebuah program kegiatan bertajuk Green and Clean (hijau dan bersih) dilaksanakan di Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Program ini melibatkan Kelurahan Terban bekerja sama dengan Pemerintah

5 KONTEN TERBARU

01:35
Musim panen tebu telah tiba seiring telah dimulainya proses giling oleh beberapa pabrik gula (PG) di Jateng. Petani tebu di Kabupaten Rembang menyambut girang musim panen sambil berharap cuaca bisa Berita > Rembang > Rembang Cyber
20:08
 ANDOOLO (SK) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe Selatan Tahun Anggaran 2011 tidak berpihak kepada masyarakat miskin (pro poor), dapat terlihat dari sisi manfaat dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
09:33
 MALINO (SK) - Canada International Develompent Agency (CIDA) melalui program Better Apporoach to Service Provision Through Increased Capacities (BASICS) mengelar pelatihan terkait Analisis dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (sekdaprovsu) H.Nurdin Lubis, SH menyatakan Pemprovsu siap mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dan Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.  Hal itu dikatakannya Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan Berita > Sumatera Utara > Tanjung Bunga
00:47
Blangpidie, Abdya- Masyarakat Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya dalam sepekan terakhir dihebohkan oleh kabar pelecehan seksual terhadap beberapa orang siswi,sebuah Berita > Aceh > Genta FM
00:45
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan Berita > Aceh > Genta FM
00:31
 Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah Berita > Aceh > Wahyu MK

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.319534 seconds.