TKW/TKI di Luar Negeri Harus Tersambung Dengan Jejaring Sosial
Tindak Lanjut atas Informasi ini:
Diteruskan:
Perlakuan majikan Enok Sutarsih memang sudah melewati kewajaran. siksaan yang dilakukan majikan perempuan asal Riyadh, Saudi Arabia ini ternyata sudah tidak kuat ditanggung oleh Ibu tiga anak asal Dusun Bantar Gintung Ds Karya Mukti Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tersebut.
Enok Sutarsih yang baru bekerja selama 8 bulan di Riyadh, mengirimkan SMS minta tolong kepada Hamidin suaminya. Dalam sms yang diterima hamidin, Enok Sutarsih meminta untuk segera dipulangkan dan sudah tidak kuat menerima siksaan yang dilakukan oleh majikannya.
SMS 1 :
Apa, mamah mah hoyong uih bae, dinten ieu kinten-kinten tabuh 2 siang, mamah diseu’lan dugi kraray mamah dkukueus, sadaya pambantu nangis, komo nu enggal mah dugi kngaleos kdapur, nangis didapur. Apa, mamah sieun siga rerencangan nu tipayun, sami mamah oge dituduh ngaruksakeun kaca kamar mandi, saur mama teh duka, teu terang. Dkeur isuk mah teu nanaon saur mamah teh.
Apa (maksudnya Bapak: panggilan akrab dalam keluarga), mama ingin pulang saja, hari ini kira-kira jam 2 siang, mama dimarahi sampai wajah mama diremas-remas, semua pembantu menangis, apalagi pembantu yang baru sampai ngeloyor ke dapur, nangis di dapur. Apa, mama takut seperti teman yang terdahulu, sama mama juga dituduh merusakkan kaca kamar mandi, mama sudah bilang tidak tahu. Karena waktu pagi-pagi kaca tersebut tidak apa-apa, begitu mama bilang.
SMS 2 :
Apa, tulungan mamah ayeuna, Hp dijabel kudunungan, sieun mamah laporan kmaktab, sebab mamah dicekek, digebug kuanak nu no 1, dituduh ngaruksak kompor gas
Apa (Bapak), tolong mama sekarang, HP diambil paksa oleh majikan, dia takut mama melapor ke Maktab, karena mama dicekik, digebuk oleh anak (majikan) yang nomor 1, disangka merusak kompor gas.
SMS 3 :
Apa, nu edan masihkeun deui hp, panginten pikiran manehna mah geus da geus alus deui, moal mungkin laporan kmaktab. Teu terang mah, mamah langsung nyarios ka Apa.
Apa (Bapak) orang gila mengembalikan lagi HP, mungkin dipikirnya sudah tidak ada masalah, sudah baikan, tidak mungkin (mama) melapor ke Maktab. Padahal mama langsung bicara ke Apa (Bapak).
Apa, Nu janten sieunna mah, anakna kmamah sami+nyiksa. Kpemabntu nu ti pyaun ngan naudzubillahimindalik, nu tipayun mah ditinggang kusepeda, digunting rambutna. Ari mamah mah ngansaukur dicekek sampe k ongkek. Dilesotkeun the kpokoh mamah nyarios ramadhan, teras raray mamah teh dicakar kudua tanganna, teras diseret ti kamar mandi teh kpayun, Da mamahna nuju nyeuseuh eulap . ari tos kitu teh saur nu edanna geus, geus ke anakna the ari sugan teh bd entos, bagian nu edanna deui, kan ngawitan nu edan heulanampiling acuk mamah, teras ngejambak karudung mamah. Apa, tos heula. Hp nu edan ksada, berarti tos gugah, bilih kanyahoan. Nyariosna, awas maneh mun bebeja k lembur maneh.
Apa (Bapak) yang menjadi mama takut adalah anaknya kepada mama sama-sama menyiksa (seperti ) kepada pembantu yang terdahulu, tapi naudzubillahimindalik, (pembantu) terdahulu ditimpa dengan sepeda, digunting rambutnya. Kalau mama Cuma dicekik sampai muntah. Dilepaskan karena mama bilang (ini bulan) Ramadhan, terus wajah mama dicakar oleh kedua tangannya, terus diseret dari kamar mandi ke depan, sebab (saat itu) mama sedang mencuci lap. Setelah itu kata orang gilanya lagi kepada anaknya: “Sudah!” Dikira memang sudah, (ternyata) giliran orang gilanya lagi, pertama orang gila duluan yang menampar, menjambak baju terus menjambak kerudung mama. Apa, sudah dulu. HP orang gila bordering, berarti (dia) sudah bangun, takut ketahuan. Katanya: “Awas kalau kamu mengadu ke kampungmu (di Indonesia).”
SMS yang terakhir dikirim oleh Enok Sutarsih kepada Bapak Hamidin (suaminya) dan Pimpinan Radio Komunitas Caraka FM Majalengka yang pertama menerima pengaduan dari keluarga korban. SMS yang terakhir dikirim dengan Bahasa Indonesia
SMS 4 :
Pada tanggal 15 Agustus sekitar jam 18-an, saya disiksa lagi gara-gara menggigit bibir. Perasaan, bibir saya kering jadi saya gigit ke dalam. Tapi kata dia (majikan) itu aib, lalu saya dipukul: muka, telinga, kepala, hidung, mulut, sampai kerudung saya lepas dan rambutpun tidak karuan.
Tolong Bapak pimpinan perjuangkan saya, saya tidak kuat lagi. Saya takut tubuh saya cacat. Dan kalau menyiksa, Hp saya pun diambil tidak boleh berkomunikasi. Ini pun tidak tahu majikan, sebab kalau saya nelpon dia bisa mendengarnya, jadi saya hanya bisa sms dan langsung dihapus, karena selalu dikontrol takut saya lapor ke maktab. Sekali lagi tolong saya. Saya atas nama Enok Sutarsih Binti Moch Radi Suradi meminta pertolongan dan perlindungan dari bapak pimpinan yang terhormat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
(Catatan: Orang Gila=sebutan Enok untuk majikan perempuan)
Situs resmi BNP2TKI (www.bnp2tki.go.id) menurunkan berita berjudul “PPTKIS yang Memberangkatkan Enok Penuhi Panggilan BNP2TKI”. Dalam berita, Zainal, perwakilan PT.Abul Pratama Jaya, mengatakan, “Tidak betul kalau ada tindakan penyiksaan yang dilakukan terhadap Enok seperti yang diungkapkan suaminya, Hamidin. Kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada agen TKI maupun majikannya.”
Pemberitaan di www.suarakomunitas.net soal penyiksaan Enok Sutarsih di Arab Saudi menuai respon beragam. Salah satunya adalah Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang memanggil PT Abul Pratama Jaya.
Sejak awal, Hamidin tidak percaya dengan pernyataan Zainal, sehingga ia tetap ingin istrinya pulang. Kebohongan PT. APJ tidak bisa dibantah lagi setelah kedatangan Enok Sutarsih pada Kamis (22/9) dengan kondisi muka dan tangan terlihat lebam. Hamidin berencana meminta pertanggungjawaban atas kondisi isterinya sekarang dan kebohongan PT AJP. “Saya akan minta pertanggungjawaban PT. Abul Pratama Jaya terkait dengan kondisi isteri saya sekarang. Silahkan buktikan siapa yang benar, apakah ucapan mereka di depan BNP2TKI atau kondisi isteri saya sekarang,“ beber Hamidin.
Selain kisah Enok yang memilukan, nasib buruk menimpa Desi Kurnia (18), gara-gara gemas dengan tingkah laku anak majikannya yang susah diatur, TKW belia asal Desa Dompyong Wetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon ini terekam CCTV saat menjewer anak majikannya. Akibatnya, saat ini Desi sedang menjalani proses pengadilan di Singapura.
Kisah yang diberitakan di atas hanyalah dua dari ribuan tragedi memilukan lainnya, hal ini menunjukkan bahwa sistem penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri memang sangat lemah. Tindakan yang dilakukan oleh para pihak pun seolah hanya merespon pemberitaan media. Lalu bagaimana nasib yang lain yang tidak ter-expose oleh media?
Mencermati proses terbongkarnya kasus yang menimpa TKW asal Sumedang, di mana dia selalu memberi informasi kepada Hamidin suaminya, kemudian suaminya mendapat saluran untuk terhubung dengan Rakom Caraka FM di Majalengka (padahal berbeda kabupaten), yang kemudian diekspos oleh Suara Komunitas dan selanjutnya, memungkinkan media yang saling terhubung (berjaringan), bisa membantu mengurangi dampak negatif dari bobroknya sistem tadi.
Penting dipastikan setiap TKI/TKW di mana pun berada agar senantiasa terhubung dengan keluarganya meskipun hanya lewat SMS. Kalaupun sistem yang sudah terlanjur rumit dan butuh waktu untuk diperbaiki, kita tidak harus menunggu korban berikut berjatuhan setiap detik. Satu yang bisa segera dilakukan, bekali mereka dengan HP yang selalu terhubung, bekali juga mereka dengan pengetahuan untuk selalu terhubung dengan jejaring sosial lainnya semacam facebook, twetter, dan sejenisnya.
Pengalaman Enok Sutarsih bisa jadi pelajaran betapa pentingnya berjejaring, sehingga Pejuang Devisa tersebut bisa terhindar dari musibah yang lebih mengerikan (wahyu mk)
Berita Terkait:
1. Enok Sutarsih Pulang, Muka dan Tangannya Masih Lebam
2. TKW Belia Asal Cirebon Diadili di Singapura
3. Hamidin: “Kalau 2-3 Bulan Isteri Saya Tidak Pulang, Pasti Cacat”
4. Hamidin: PT. APJ Pembohong!
5. SMS minta tolong Enok Sutarsih, yang membuat hamidhin menangis
6. Hamidhin: Tolong Pulangkan Isteri Saya Secepatnya!
7. Tak kuat disiksa, Enok Sutarsih kirim SMS minta tolong ke Indonesia
- COMBINE Resource Institution
- Analisis
- dibaca 1146x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

