Kue Unik Untuk Pilkada
Oleh : Abdul Wahab
Sebelum bulan Suci Ramadhan tiba sejumlah pedagang sudah mulai memanfaatkan momen penting seperti meugang, bulan puasa, hari raya Idul fitri, dan hari raya kurban. Pedagang daging misalnya mereka memanfaatkan momen meugang untuk menjual dagingnya karena untungnya lebih besar dan umumnya masyarakat kita di Aceh kurang elok apabila tidak membeli daging walau hanya sekilo, kemudian penjual makanan dan minuman mereka memanfaatkan bulan suci ramadhan untuk menjaja kue, dan berbagai jus di sepanjang pinggir jalan dan persimpangan tak lain adalah untuk mencari untung karena bulan puasa cukup baik untuk berjualan. Tak ketinggalan juga penjual pakaian baik yang belum jadi maupun penjual pakaian jadi dengan berbagai merek tentu dengan berbagai harga pula mereka tawarkan, Haiya….. , bahkan mereka sampai buka malam hari shalat tarawih belum selesai toko sudah buka begitulah nafsu dagang sehingga lupa dengan segala kewajiban.
Nah…………! Pedagang yang satu ini beda dengan pedagang yang lain , kalau mereka mejual daging untuk meugang, menjual kue untuk berbuka dan menjual pakaian untuk lebaran. Tapi pedagang yang satu ini mereka menjual kue unik yang dibungkus dengan kertas plastic warna – warni yang rata – rata berukuran 1 x 5 meter yang dengan merek dan kwalitas dijamin , dengan standar local dan Nasional. wah, wah, waaaah, ternyata kue ini juga dicetak dengan cetakan buatan nasional, dengan harga yang lumanyan mahal. Semua ini mereka manfaatkan momen ramdhan dan idul fitri tujuannya adalah untuk pilkada.
Kalau tempat pajangannya hampir tidak jauh beda dengan para penjual kue biasa yang dipajang dipinggir jalan dan persimpangan, Cuma bedanya kalau penjual kue biasa mereka mengunakan meja tapi kue yang satu ini mereka memasang dipohon, dipajang dengan tiang dan mereka juga tidak segan – segan memasang di tempat umum walaupun sebenarnya itu adalah pelanggaran. Kalau dari bentuk sangat jauh beda, yang satu kecil dan yang satu lagi tipis tapi lebar berbentuk spanduk atau baliho.
Kalau penjualnya juga tidak jauh – jauh beda karena sama - sama dari masyarakat, tapi penjual kue unik ini mereka tidak tau kalau mereka berasal dari rakyat, hahaha……. Tidak tahu atau tidak mau tahu..? perbedaan penjualnya mungkin karena penjualnya kue biasa mereka hanya masyarakat yang mencari uang dengan tidak perlu menebar janji, hanya ingin memenuhi nafkah keluarga supaya anak dan istri mereka bisa hidup senang. Tapi yang penjual kue unik yang dibungkus dengan spanduk dan baliho ini adalah mereka padagang – padagang yang mau masuk dalam bursa pemilukada yang lebih dulu menjual janji kepada masyarakat.
Tujuan dari menjual bagaimana..?? kalau kita melihat atau mendengar dari para penjual kue jelas tidak sama, karena kalau masyarakat yang menjual kue ini mereka jelas menjual untuk menambah penghasilan atau pendapatan keluarga. Nah……….! kalau kue pilkada yang katanya mereka membuat atas nama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk pribadi atau golongan.
Yahhh……..mudah – mudahan janji – janji yang mereka jual sekarang bukan seperti para penjual kue yang bertebaran seperti saat bulan puasa tiba, yang hanya membutuhkan pembeli sesaat saja, hanya semusim dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi semata.. mudah – mudahan.
- Arla FM
- Feature
- dibaca 322x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

