[-lead-]“Sampai kapan perbaikan jalan selesai?”
Jalan alternatif jurusan Soreang – Dayeuhkolot, nyaris terputus, akibat ambruknya jembatan yang berada di daerah Rancamanya sepekan yang lalu. Jembatan yang tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas di diatasnya. Sikap tanggap dari warga sekitar yang langsung memberikan pengaturan terhadap lajunya kendaraan, agar kendaraan tetap bisa melintas walaupun sedikit tersendat. Dinas PU Kab. Bandung pun sudah menurunkan petugasnya untuk memperbaiki jembatan ambruk tersebut, walaupun sedikit terlambat, terkesan menunggu sampai jalan tersebut benar-benar ambruk.[-/lead-]

Para pemuda setempat memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari rezeki, dengan minta sumbangan terdapat pengemudi mobil dan motor yang lemitasi jembatan yang sedang dilakukan pembaikan tersebut. “Seiklasnya, kita tidak memaksa , dan jika tidak di atur bahanya kemarin juga ada 3 motor yang celaka” ungkap Uden salah satu pemuda warga setempat yang ikut mengatur lalu lintas.
Kejadian runtuhnya jebatan jalan yang menghubungkan jalur Soreang – Dayeunhkolot, harus menjadi perhatian bagi pihak terkait agar tindakan preventifnya harus dilaksanakan secara rutin.
Sampai kapan perbaikan jalan selesai…??
Runtuhnya jembatan dan penanganan perbaikan jembatan terkesan lambat, sudah hampir 2 bualn lebih dari sejak runtunya jempatan tersebut sampai saat ini baru pengecoran pada sisi keduanya, itu pun belum selesai, hal seperti ini menunjukan lambatnya kinerja dari dinas PU dalam penanganan maslah jalan tersebut.
Masih di jalan jalur yang menghubungkan Soreang ke Dayeuhkolot, kerusakan berada di wilayah kampung Sompok desa Sangkanhurip, Jembatan kecil tersebut pun mau ambrol, dan sudah di pasang tanda perbaikan bercat kuning dan bertuliskan warna hitam “Hati-hati sedang perbaikan jalan”. Tanda perbaikan jalan tersebut sudah terpasang kurang lebih sejak 4 bulan yang lalu. Entah kapan jembatan kecil itu mau di perbaikinya, karena sampai saat ini pun belum ada tanda-tanda itu berubah dari tempatnya. “mungkin sampai jalan ambrol semua” ungkap warga sekitar yang tak mau disebut namanya.
Ternyata bukan hanya jalur Soreang-Dayeuh Kolot yang mengalami kerusakan tetapi jembatan di jalan inspeksi Citarum di daerah Sukamukti sudah amblas kurang lebih 20 cm, warga setempat hanya mampu membantu perbaikan dengan menimbun amblasnya jaln tersebut dengan brangkal dan melapisinya dengan tembokan diatasnya. Tetapi tidak cukup kuat dan jalan tersebut kembali amblas, dan ternyata tidak jauh dari lokasi jembatan tersebut, jalan sepanjang 30 meter sudah tidak berbentuk jalan lagi, karena aspal yang meupakan ciri bahwa itu jalan sudah habil dan tidak ada tanda-tandanya lagi itu sebagai jalan inspeksi sungai Citarum, sudah tahukan intasi terkait ?, mungkin semuanya sedang tertidur sehingga tak terdengar bila masyarakatnya mengadu dan berkeluh kesah.
Pri_Kpass melaporkan