Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Petani Ikan di Haranggaol tak Bisa Tentukan Kapan Panen Ikannya Berita

Simalungun (Suara Komunitas.Net) Minimnya modal yang dimiliki masyarakat lokal dalam membudidayakan ikan nila di karamba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba, Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun mengakibatkan petani tidak bisa menentukan waktu panen ikan. Pasalnya waktu panen ditentukan pemilik modal, sebagai pihak yang memberikan pinjaman kepada petani ikan untuk membeli bibit dan pakan. 

"Kami, sebagai petani tidak bisa menolak permintaan pemodal yang minta mengangkat ikan yang belum waktunya dipanen," kata seorang petani yang enggan disebut namanya kepada Suara Komunitas. Menurutnya, ikan yang dibudidayakan harus dipanen setelah dipelihara selama sekitar enam bulan. Namun pemilik modal sering memintanya saat usia ikan masih empat bulan. Jika pihaknya menolak permintaan pemodal maka biaya operasional KJA-nya bisa dihentikan.

Selama ini, sejumlah pemodal (bukan pemilik KJA) sering membantu petani ikan dengan memberi dana untuk pembelian bibit dan pakan dengan perjanjian tidak tertulis. Namun ikan yang dibudidayakan "wajib" dijual kepada pemberi modal yang juga sebagai penentu harga.

Karena masyarakat pengelola KJA tidak berdaya, akhirnya ratusan unit KJA yang beroperasi di permukaan Danau Toba secara fisik adalah milik masyarakat lokal, namun ikannya milik "orang asing". Hingga saat ini, katanya, belum ada upaya pemerintah untuk membantu petani KJA di Haranggaol. (jonson purba)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08889 seconds.