Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Orang Luar Daerah Kuasai Keramba Jaring Apung di Haranggaol Berita

Simalungun (Suara Komunitas.Net) Berdasarkan monitoring Lembaga Prakarsa Masyarakat (LPM) Haranggaol Horisan baru-baru ini, jumlah pemilik keramba jaring apung (KJA) yang membudidayakan ikan Nila di perairan Danau Toba Haranggaol sudah didominasi pihak asing, bukan lagi penduduk setempat. 

Jansen Purba, penggiat LPM yang memberikan perhatian terhadap pengembangan komunitas menyebutkan masyarakat lokal melalui berbagai diskusi sudah mulai risau terhadap persoalan ini. Warga dari luar daerah itu menguasai KJA karena memiliki modal yang kuat.

Di zona Bandar Saribu, sebutnya, sejumlah warga sudah mengumpulkan tanda tangan untuk menolak kehadiran para pemilik keramba dari luar."Mereka tidak sepenuhnya menolak, masih ada warga yang menerima kehadiran pendatang dengan catatan jumlah KJA-nya mesti dibatasi," katanya.

Jansen Purba menambahkan hingga saat ini  emerintah kabupaten, provinsi maupun pusat tidak pernah mengeluarkan aturan untuk menata pemanfaatan Danau Toba. Padahal aktivitas pembudidayaan ikan melalui KJA di permukaan Danau Toba yang dilakukan masyarakat setempat maupun investor sudah berlangsung sekira dua puluh tahun.

Akibatnya kegiatan KJA semakin meluas dan tidak lagi memperhatikan daya dukung lingkungan. jansen Purba khawatir jika tidak ada pembatasan atau aturan kondisi danau Toba akan semakin parah.

Karena itu, LPM Haranggaol mendesak Pemerintah Pusat (Presiden) untuk segera menerbitkan Keppres tentang Kawasan Strategi Nasional Danau Toba (KSN-DT) sebagai landasan hukum untuk menata dan memperbaiki ekosistem Danau Toba. "Kita berharap KSN-DT segera diterbitkan supaya Danau Toba bisa terselamatkan," kata Jansen Purba yang juga Ketua PPK Radio Komunitas Langgiung. (jonson purba)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08931 seconds.