Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pasar Induk Rembang Terbakar, Ratusan Kios Ludes Berita

Rembang - Suarakomunitas.net - Kebakaran besar melanda pasar induk Kota Rembang, Rabu (7/9) sore sekitar pukul 17.00 Wib. Sedikitnya 200 kios ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Meski tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah. 

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Aparat Polres Rembang hingga berita ini diturunkan masih berjaga di lokasi kejadian guna mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP) dari serbuan warga yang ingin melihat kondisi terakhir pasar Rembang pasca kebakaran. 

"Kita belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Penyelidikan atas peristiwa tersebut secepatnya akan dilakukan dengan melibatkan tim ahli forensik Polda Jateng. Saat ini kita fokus untuk mensterilkan TKP," terangnya. 

Saat api masih kecil, beberapa warga sudah berusaha untuk memadamkannya. Namun upaya tersebut gagal lantaran api membesar begitu cepat dan langsung dan menyambar kios lain. 

Dua mobil pemadam kebakaran (damkar) yang datang ke TKP beberapa menit kemudian, pun tak mampu memadamkan api. Akibatnya , api semakin membesar dan meluas. 

Situasi pasar Kota Rembang betul-betul mencekam. Api baru bisa dipadamkan setelah petugas damkar dibantu warga dan aparat keamanan melakukan pemadaman secara intensif selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan sedikitnya sembilan armada damkar yang didatangkan dari Blora dan Kacang Garuda Pati. 

Titik api pertama kali terlihat di los tengah bagian selatan yang banyak menjual pakaian dan sandal sepatu serta baran-barang lain yang terbuat dari plastik dan karet. Dalam hitungan menit, api sudah menjalar kemana-mana lantaran bangunan los yang mayoritas terbuat dari kayu dan bahan lain yang mudah terbakar. 

Beberapa pedagang yang losnya berada jauh dari titik api berhasil menyelamatkan beberapa barang dagangannya sebelum api benar-benar menghanguskan seluruh isi pasar. Meski demikian, tak sedikit pedagang yang hanya bisa pasrah dan meratap pilu melihat los dan seluruh isi dagangannya dimakan si jago merah. 

Beberapa pedagang meyesalkan lambannya petugas dalam melakukan upaya pemadaman. Hal tersebut terlihat minimnya supali air untuk pemadaman dua mobil damkar saat api belum membesar. Karena keterlambatan tersebut, api semakin berkobar sebelum akhirnya meludeskan seluruh isi pasar. (Muhtarom)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09237 seconds.