Sayur Organik Diburu Konsumen
Secara perlahan pola konsumsi masyarakat untuk jenis tanaman sayur-mayur (hortikultura) yang diproduksi secara organic mulai menunjukkan trend yang cukup signifikan. Semula dengan tradisi masarakat konsumen yang serba instan dengan pelayanan yang cepat saji menjadi pola konsumsi masyarakat. Namun sebaliknya pola konsumsi masyarakat mulai berubah secara perlahan.
Hamdi (35), petani holtikultura jenis sayuran kembang kol misalnya, mengaku, dari tanaman kembang kol yang ia kembangkan pada lahan seluas 25 are miliknya di Desa Labuapi, Lombok Barat, NTB, ternyata respon pasar cukup menggembirakan terhadap hasil pertanian organic yang ia kembagkan.
Sebagai perbandingan menurut petani yang tergabung dalam Kelompok tani Labuapi IV ini, sayuran instan dengan pemupukan zat kimia menjadi buruan masyarakat di pasar. “Masyarakat langsung beli saja, tanpa memikirkan bahan pemupukan yang digunakan yang kebanyakan dari zat an organic (kimia). Yang penting bisa masak, tanpa memikirkan efek samping. Namun sebaliknya kami heran justru saat ini masyarakat lebih cendrung mencari sayur organic,” tukas pria yang sudah mengembangkan tanaman sayur dengan pengolahan dan pemupukan secara organik sejak dua tahun lalu.
Hamdi berminat mengembangkan tanaman organic ini setelah terinspirasi dari berbagai pemberitaan di media masa cetak dan elektonik akan manfaat dan keuntungan bertani secara organic dan dampak buruk bertani an organic. Karena itu ia langsung mengembangkan pertanian organic yang mana pemupukan yang dilakukannya tidak mesti harus ke kios-kios penjualan pupuk an oragnik.
“Kebetulan di desa saya kan banyak peternak baik kambing, sapi, ayam, itik, kuda dan lain-lainnya. Jadi saya langsung olah sendiri dan prosesnya tak terlalu sulit. Sebelum dilakukan penamaman, kami terlebih dahulu menaburkan pupuk organic olahan sendiri di tanah sawah,” jelas Hamdi.
Dan hasilnya meski agak terlambat dari masa panen yang diperkirakan, pertumbuhan daun, pertumbuhan kembang kol terlihat lebih bersih, subur, tebal dan aromanya benar-benar alami. “Ini mungkin yang digemari oleh konsumen di pasar,”kata Hamdi.
Seiring dengan permintaan konsumen dan hasil produksi dari kembang kolnya yang terus meningkat setelah menerapkan pertanian organic, Hamdi berjanji untuk tetap bertani secara organik. Hasilnya menurut dia sudah ia lihat sendiri. Pasar sayur organic terserap pasar, bahkan permintaannya terus bertambah. “Itulah yang membulatkan tekad saya untuk tetap bertani organic,” akhir Hamdi. (her).- Bragi FM
- Berita
- dibaca 583x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

