Sejarah Pulau Wawonii
WAWONII - Awalnya Wawonii disebut sebagai bumi Tangkombuno. Nanti setelah munculnya raja pertama di bumi Tangkombuno barulah dikenal dengan nama Wawonii.
Kepala suku Tangkombuno yang bernama Latungga mempunyai hobi mencari ikan di laut. Pada hari dimana diadakannya pemilihan raja pertama Tangkombuno, Latungga membawa hasil tangkapannya dari laut berupa tabung kosong yang serupa dengan tempat sagu.
Adapun kandidat-kandidat raja merupakan sanak family Latungga itu sendiri yang terdiri dari 7 orang. Dan tidak satu pun dari mereka yang mau mengalah sehingga menimbulkan pertengkaran antara mereka. Di sela-sela pertengkaran ketujuh kandidat tersebut, tiba-tiba terdengar suara dari dalam tabung yang di bawa Latungga yang mengatakan bahwa “Akulah yang berhak menjadi Raja di bumi Tangkombuno, aku tidak tahu darimana asalku dan siapa orang tuaku”.
Lalu dibukalah tabung kosong tadi. Ternyata di dalamnya ada seorang anak laki-laki. Setelah anak tersebut dikeluarkan, pada saat anak tersebut memijakkan kakinya pertama kali di bumi Tangkombuno maka tumbuhlah sebuah pohon kelapa yang bercabang 7. Latungga memberikan nama KOBIMOA (artinya tabung / bejana kosong) sebagai nama kebangsawanan sedangkan nama kesehariannya adalah WAWONII (artinya di atas kelapa).
Jadi, nama WAWONII tidak hanya sekedar artian “di atas kelapa” tetapi merupakan nama keseharian Raja pertama Tangkombuno. Nah, pertanyaannya sekarang “Mengapa Wawonii yang sekarang tidak disebut sebagai Tangkombuno?”. Karena pada zaman dulu masyarakat Wawonii belum mengetahui bahasa-bahasa orang luar, mereka selalu meyebutkan nama raja mereka yaitu WAWONII kepada orang luar yang singgah di Tangkombuno. Sehingga yang melekat di pikiran orang-orang bukan sebagai pulau Tangkombuno tetapi sebagai Pulau WAWONII. Menurut masyarakat sekitar, pohon kelapa bekas pijakan raja KOBIMOA masih ada sampai sekarang dan letaknya ± 500 m dari pinggir danau Waworete. (Ibe JRK Sutra)
- JRK SULTRA
- Berita
- dibaca 542x
- [1] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

