Awas Flu (Burung) Manusia!
BANYUMAS. Flu merupakan infeksi virus influenza. Flu burung tercipta akibat infeksi virus A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin; N=neuraminidase). Virus ini pada umumnya menyerang unggas, burung, dan ayam. Pada kelanjutnyanya virus ini juga menyerang manusia (penyakit zoonosis). Sejak Oktober 2003 sampai Februari 2004, di Indonesia dilaporkan sebanyak 4,7 juta ayam mati.
Menurut Tina, Tenaga Medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Purwokerto, pada umumnya virus flu burung, avian influenza, tidak menyerang manusia. Tapi beberapa tipe terbukti dapat menyerang manusia atau suatu tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia. Kejadian ini menimbulkan ketakutan, penderita flu burung akan meningkat jadi pandemi (melintasi batas negara).
Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Kuman ini lalu dikeluarkan bersama kotoran. Infeksi akan terjadi bila orang mendekatinya. Selain itu, penularan diduga terjadi melalui saluran pernapasan.
"Orang yang terserang flu burung menunjukkan gejala seperti terkena flu biasa, antara lain demam, sakit tenggorokan, dan batuk, tapi kondisinya sangat cepat menurun drastis. Bila tidak segera ditolong, korban bisa meninggal," ujarnya.
Lebih lanjut, Tina mengatakan flu burung acapkali menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum begitu kuat. Padahal, penyakit ini belum ada obatnya.
"Penderita hanya akan diberi untuk meredakan gejala yang menyertai penyakit flu itu, seperti demam, batuk atau pusing. Obat-obatan itu hanya meredam gejalanya, tapi tidak mengobati," lanjutnya.
Penyebaran virus ini tidak semata-mata akibat kesalahan burung, tapi juga akibat kecerobohan manusia. Penderita flu burung biasanya memiliki perilaku hidup tidak higienis. Mereka juga tidak mengontrol hewan ternaknya secara ketat. Karena itu, sebelum dilakukan pembantaian dan pembakaran massal pada hewan ternak Anda, sebaiknya para pemiliknya juga mengurus gaya hidup dan kebersihan lingkungannya.
- Jurnaliswarga Gombong
- Berita
- dibaca 2400x
- [1] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


