Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Belum Sepenuhnya Masyarakat Menikmati Program Jaminan Persalinan Gratis Berita

Ngawi (Suarakomunitas.net). Program Jaminan  persalinan  (Jampersal) gratis dari pemerintah pusat yang dilaksanakan tahun ini (sejak bulan April 2011,  red), belum sepenuhnya masyarakat menggunakan atau memanfaatkan program tersebut. Hal ini banyak faktor yang menyebabkannya, seperti sebelumnya sudah ada program jaminan kesehatan daerah (Jamkesmasda), yang salah satunya bisa untuk pengobatan dan persalinan bagi yang tak mampu.

Faktor lain, belum sepenuhnya menerima program ini sosialisasi belum maksimal. Tahun ini masih ada masyarakat yang belum menikmati program itu, walaupun jampersal bagian dari hak yang diberikan pada rakyat. Program ini, lebih mudah syaratnya yakni dengan hanya menunjukkan KTP atau surat keterangan rujukan untuk persalinan, serta program ini bisa dinikmati keluarga miskin maupun keluarga berada.

“Sosialisasi sangat perlu disampaikan kepada masyarakat, terutama ibu-ibu hamil mengingat salah satu tujuan diadakannya program jampersal, adalah untuk menurunkan angka kematian ibu,” ujar anggota Komisi IX Chusnunia.

Untuk memastikan bahwa program ini benar-benar bisa diakses oleh masyarakat, menurut Chusnunia, Kementrian Kesehatan perlu memperluas jaringan kerjasama dengan beberapa mitra. Misalnya, lembaga swadaya masyarakat dan stakeholders lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Warga Ngawi banyak yang berobat di rumah sakit Caruban. Direktur RSD Caruban Farid Dimyati mengatakan, semua yang merupakan warga negara Indonesia boleh berobat dimana saja. ”Ya, siapapun asal warga negara Indonesia boleh berobat dimana saja, termasuk bersalin, tentang Jampersal tersosialisasi itu tugasmu  juga, (sosialisasi lewat media pers, red),” jelasnya.

Jampersal, menurut dia, bisa dinikmati siapa saja yang melakukan persalinan, baik keluarga miskin atau keluarga berada. Program persalinan gratis ini juga berlaku bagi pasien yang melakukan persalinan di bidan, serta rumah sakit swasta.

Sementara di Puskesmas Karangjati Kecamatan Karangjati Ngawi sampai saat ini belum pernah menerima pasien Jampersal. Namun, menurut Kepala Puskesmas Karangjati Yudono, sosialisasi itu sudah ia lakukan lewat satuan kerja dibawahnya seperti Pustu atau  Polindes. ”Ya saya belum ada pasien dari Jampersal itu,” terangnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09127 seconds.