Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Lampu Merah di Kota Tasikmalaya Diserbu Tuna Wisma Berita

Kota Tasikmalaya.  Sinar mentari (24/6) mulai terangi pusat Kota Tasikmalaya, hiruk pikuk kendaraan pun mulai ramai dengan berbagai tujuan. Di sisi lain para pencari nafkah pun mulai bermunculan di trotoar lampu merah, dari mulai penjual koran, peminta-minta, hingga atraksi Ronggeng Monyet.

Waktu mulai menunjukan pukul 09.30, beberapa rombongan tunawisma pun mulai memadati trotoar lampu merah, dan berburu rezeki dengan para seniman atraksi Ronggeng Monyet.

Situasi seperti ini hampir setiap hari terjadi di lampu merah pusat kota Tasik, lampu merah Jalan Sutisna Senjaya adalah dari sekian lampu merah yang diserbu seniman Ronggeng Monyet ini. Andi (23) seorang dalang Ronggeng Monyet mengaku dirinya terpaksa melakukan aktivitas ini karena susahnya lapangan kerja.

“Saya ini pengangguran dan tidak punya keahlian apapun kecuali ya menjadi dalang Ronggeng Monyet, yang penting gak nyolong kan bang” terangnya saat ditemui di sela-sela lampu sedang menunjukkan hijau.

Hari semakin siang, lampu merah pun mulai diserbu tunawisma anak-anak dibawah umur, khususnya di lampu merah perempatan alun-alun Kota Tasikmalaya. Mereka beraksi meminta-minta pada setiap pengguna jalan bahkan pada setiap warga yang lewat ke wilayah alun-alun pun tak lepas dari target mereka. Sebagaimana keterangan Nani (32) warga Kecamatan Tawang yang sering melewati kawasan alun alun bahwa anak-anak ini biasanya keluar pukuk 11.00, sebab pagi harinya mereka belum ada.

"Nah saat saya kembali di siang hari, kawasan alun-alun jadi banyak tunawisma yang mangkal di bawah lampu merah dekat Pos Polisi sambil menyodorkan bekas air minun dalam gelas“ jelas Nani.

Senada dengan Nani, pengemudi angkutan kota jurusan Purbaratu - Terminal Pancasila, Rudi (27) telah mengetahui  aktivitas anak - anak tersebut sering sekali berkeliaran di pinggir lampu merah.

"Kadang-kadang saya juga merasa riskan, karena mereka selalu menyebrang tanpa mempedulikan kendaraan yang lewat” jelasnya.

Menanggapi keadaan ini, Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Tasikmalaya, Opik Taufikul Haq (22) berkomentar bahwa sesungguhnya melihat kondisi itu pihak pemerintah kota harus turun tangan.

"Anak-anak tersebut kan masih dalam usia sekolah, para pejabat jangan terus ngurusin politik, karena berdasarkan UUD 45 pun dijelaskan bahwa masyarakat miskin itu adalah tanggung jawab negara” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.37814 seconds.