Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kader Posyandu Yang Tidak Dipadu Pendapat

Oleh : Abdul Wahab

Pos pelayanan terpadu ( POSYANDU ) adalah tempat pelayanan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari,oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dari puskesmas atau  bidan desa ( bides ). Di posyandu tersebut terdapat lima orang petugas yang  disebut kader  untuk melaksanakan tugas di setiap posyandu.  Kalau kita melihat dari pengertian posyandu di atas sudah dipastikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakann dari, oleh dan untuk masyarakat berarti kader yang bertugas di posyandu adalah yang dipilih dari, oleh dan untuk masyarakat.

Posyandu yang merupakan tempat pelayanan  yang paling banyak berkontribusi bagi kesehatan masyarakat terutama  ibu dan anak, palayanan gizi, KB dan  penanggulangan diare.
Namun sayang posyandu ini tidak mendapat dukungan penuh dari pihak terkait, kader posyandu dengan segala keterbatasannya harus melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan pada setiap bulan, kadang – kadang mereka harus meninggalkan pekerjaannya sendiri demi melayani ibu dan anak yang sudah berkumpul di posyandu.
Contoh di daerah Kabupaten Aceh Barat tidak sedikit posyandu yang ada di desa-desa yang tutup atau tidak aktif akibat tidak ada kader yang peduli dengan posyandu, kalau kita teliti sudah bisa dipastikan alasannya  kader posyandu tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka.
Wajar kalau kader posyandu tidak mau datang ke posyandu karena alasan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, toh.. kalau mereka datang ke psoyandu tidak ada yang bayar, padahal mereka para kader ini adalah ujung tombak dalam melayani kesehatan masyarakat, tapi kenapa pihak – pihak terkait tidak ada yang perduli dengan mereka.
Kalau untuk fasilitas posyandu mereka tidak perlu harus ada gedung khusus tapi cukup di kantor desa atau bahkan ada yang menggunakan rumahnya sendiri untuk melayani masyarakat, tapi sayang ada sejumlah gedung yang dibangun oleh NGO dengan fasilitas Posyandu Plus, tapi posyandu ini hanya bisa aktif apabila ada pedampingan dari LSM atau dari lembaga lain.
Apabila kita mmendengar dari beberapa kader, mereka tidak bisa sepenuhnya melayani masyarakat di posyandu. Karena mereka punya kebutuhan yang harus dipenuhi sedangkan perhatian dari pihak pemerintah tidak sedikit pun untuk mereka seperti memberikan jerih payah. Padahal kader posyandu ini merupakan tenaga kesehatan yang paling bawah yang sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat.
Sebetulnya mereka tidak mengharap diberikan gaji seperti layaknya perawat atau bidan desa, tapi  sedikit uang sabun yang bisa digunakan untuk kebutuhan mereka. Saya lebih setuju kalau kader ini di alokasikan sedikit dana baik dana rutin dari desa atau dari pihak pemerintah kabupaten supaya mereka lebih aktif untuk melayani ibu dan anak yang ada di desanya.
Saya sendiri sedikitnya punya pengalaman dalam mendampingi tiga posyandu di daerah tempat saya tinggal sehingga saya terenyuh apabila melihat kondisi seperti ini. Para keder posyandu yang saya lihat adalah orang – orang yang mempunyai sikap kerelawanan yang cukup tinggi terhadap masyarakat, tapi mereka juga manusia yang tentunya butuh pangan dan sandang.  Jadi sangat wajar apabila dialokasikan sedikit dana untuk  para  kader posyandu sehingga pelayanan  di desa – desa lebih aktif.  Apabila ada dialokasikan dana khusus maka mereka tidak hanya aktif saat  didampingi oleh dinas kesehatan, atau pihak lainnya, tapi mereka akan lebih aktif bisa melayani masyarakat terutama ibu dan anak di desanya.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08958 seconds.