Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Warga Kota Tasik Respon Penangkapan Ki Sunda Berita

Kota Tasikmalaya, menindak lanjuti penangkapan Pupuhu Ki Sunda, Evi Silviadi paska adu mulut dengan oknum pengelola Tangkuban Perahu dan berujung pada penghinaan adat sunda. Jumat (17/06) kemarin beberapa organ yang peduli terhadap budaya sunda berangkat ke Subang untuk memberikan dukungan pada sudara Evi yang ditahan di Polres Subang karena disangka membawa senjata Kujang (pakaian dan adat sunda) saat berkunjung ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Setelah melakukan konsolidasi beberapa paguron/padepokan, Endang (46) selaku perwakilan dari Paguron Sinar Pusaka Sukapura (SPS) berangkat untuk memberikan pernyataan sikap kepada Kapolres Subang yang dianggapnya tidak bertindak adil.

"Kapolres Subang seharusnya mengetahui pokok permasalahanya dulu, jika menahan saudara kami (Ki Sunda/Evi Silviadi) membawa kujang lantas ditangkap, itu kan sudah tidak rasional. Semua warga masyarakat Jawa Barat, saya yakin pada tahu bahwa Kujang itu adalah salah satu perlengkapan pakaian adat, sedang kan Evi itu adalah ketua dari paguyuban ki sunda yang mengharuskan dirinya selalu memakai pakaian adat. Jadi menurut saya penangkapan Evi itu tidak rasional" terang Endang.

Tokoh Sunda itu dilaporkan pihak PT. GRPP yang mengelola TWA Tangkuban Perahu ke pihak kepolisian dan sejak Kamis (9/6/2011) lalu Evi sudah menempati sel tahanan Mapolres di Jalan Soetoyo Subang. Status Ki Sunda ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan menggunakan Pasal pada Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951.

Senada dengan pernyataan Endang (46), Yana (40) seorang aktivis lingkungan hidup yang ikut berangkat ke Subang  mengemukakan bahwa sesungguhnya polisi bertindak tidak adil, kenapa oknum pengelola yang menghina suku sunda saat adu mulut dengan Evi tidak di tahan?

"Ada apa dengan Kapolres Subang? lebih mengherankan kenapa Kawasan Tangkuban Perahu seharusnya itu dimiliki olah orang sunda, kenapa ini diserahkan pada pihak diluar orang Jawa Barat, masih mending jika pengelola tersebut bersikap sopan, ini kan jelas menghina dan melecehkan suku sunda. Kami tidak akan tinggal diam, jika pihak berwajib tidak bertindak adil, kami akan menyelesaikannya secara adat, dan kami di sini akan terus konsolidasi dengan berbagai organ yang berada di tatar sunda untuk menuntut keadilan atas penghinaan dari oknum pengelola Tangkuban Perahu tersebut" jelas Yana.

Komentar (1)

  • 18 Jun 11 05:29 wib wahyu

    wah kalau sudah hina menghina mah bisa gawat neh... saya juga orang sunda kalau diperlukan siap tandang lah!

Page generated in 0.09158 seconds.