Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Anggi, Raih Juara Tiga Lomba Pidato Bahasa Sasak Berita

Anyar, suarakomunitas - Nurani Anggi Sapitri, siswa kelas X SMAN 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara , pada lomba pidato bahasa Sasak di Pancor Lombok Timur keluar sebagai juara III.

Lomba pidato bahasa Sasak yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Nahdhatul Wathan (Hultah NWDI) yang ke 78 yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Timur tersebut dikikuti oleh puluhan peserta dari provinsi NTB.

"Dalam lomba itu saya hanya bisa meraih juara III dengan judul, Peran Pemuda Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Global dan Melestarikan Budaya Lokal", kata siswi yang akrab dipanggil  Anggi  oleh kawan-kawan sekelasnya ketika ditemui 25/5 di ruang tamu sekolah setempat.

Menurut Anggi yang lahir 22 Agustus 1994 di Desa Anyar, lomba pidato bahasa Sasak ramputan tersebut memang memiliki tantangan tersendiri, karena bahasa yang digunakan campuran yaitu bahasa Sasak paer Lauq dan Paer Dayan Gunung. "kalau kita gunakan bahasa Sasak halus, tentu banyak yang tidak mengerti, sehingga kita gunakan bahasa Sasak campuran. Dan Alhamdulillah saya bisa meraih juara III", kata Anggi bersyukur.

Ditanya hadiahnya, Anggi yang putri pertama dari tiga bersaudara, pasangan  Nurmati dan Supiani ini mengaku selain mendapat hadiah berupa tropi juga ditambah dengan uang sebesar Rp. 1 juta. "Uangnya saya tabung untuk biaya sekolah", tegasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Bayan, Bambang Siswanto, S.Pd mengaku, dari beberapa lomba yang diikuti oleh para siswa SMA se KLU, hanya siswa-siswi yang dari Kecamatan Bayan yang meraih juara.

"Bahkan yang keluar sebagai juara antara lain, lomba pidato bahasa Sasak untuk tingkat SLTP juara I diraih oleh siswa SMPN 1 Bayan, Silvia Devisari dan lomba pidato Bahasa Arab diraih oleh dua orang siswa dari Pondok Pesantren Nurul Bayan, dan SMAN 1 Bayan hanya bisa meraih juara III pidato bahasa Sasak", jelas Bambang.

Melihat hal tersebut, lanjut Bambang, sebagai sekolah rintisan berbasis budaya lokal, dalam pelajaran ekstra kurikuler akan dikembangkan kepembayunan (adat perkawinan suku Sasak), pembacaan lontar dan bahasa Sasak. "Dan pada even-even terntu kita akan gelar pidato bahasa Sasak", katanya.

"Untuk lomba majalah dinding (mading)  tingkat Kabupaten Lombok Utara, SMAN Bayan masuk katagori terbaik terutama dalam penampilannya, karena gambar yang ditampilkan dalam mading tersebut ada kesan filosofisnya, seperti masjid kuno, pakaian adat dan lainnya", pungkas Bambang. ari

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.12682 seconds.