Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dupa Menyesatkan Sastra

Memanen Rasa Menguliti cita memeras saripati lelaku,

Hujan memancing bandang tanpa rasa salah,

Tak jua bisa diminta jawaban atas tanggungan

 

Menyemai lagak memupuk improvisasi menyaring inti lelaku,

Lava membakar gejolak sisi kehidupan,

Lalu padam mengais sesal dengan gugatan

 

Rapuh gupuh selaksa rasa jiwa menggoda lelaku,

Lalu mengambil DUPA untuk dibakar,

Melanglang bebauan menusuk nusuk jadi pembenaran

 

Ini kehidupan nyata, bukan sinetron atau lakon ludruk,

Ayunan kaki dan kepalan tangan serta ucapan dikendalikan pikiran,

Bentak dan hardik tak bisa dilupa dengan asap DUPA

 

Ini Bumi Manusia nyata, pada pertentangan laku,

Begitu luas Altar benderang tuk sesungguhnya perang,

Antara gerombolan perampas hidup dengan para pekerja

 

Gerombolan itu terbahak menyaksi asap DUPA membumbung,

Tanpa bedil lagi, tanpa tentara mereka menaklukkan perang,

Altar lengang, Gerombolan semakin jumawa

 

Kapan Barata yudha dimulai?, DUPA telah membuatnya menjauh,

 

(Banyumas, 27-01-11)
Bhens Koeli

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09605 seconds.