Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Episode Satu Malam Sastra

Menepi pada rerimbunan malam,

Ruas angin terjaga oleh Nyiur,

Detik mengurai rentang cerita hari hingga minggu..

 

Malam menelan segala nada,

Siapa memulai nada parau lalu agresif berbalik tuduh pada pelantun nada datar,

Ooo, Malam tak pernah kehabisan bekal

Menyimpan dalam relung yang memilah,

Yang sumbang bergaung pada waktu sisa

 

Malam Memeluk memory tarian,

Siapa memulai dansa represif lalu menuduh paham tua pada yang santun,

Ooo, Malam tak bingung pada pertentangan tarian tua atau muda,

Dan malam tak tahu tarian amplop,

Atau imajinasi bermental kapitulasi

 

Malam selalu menanti rembulan walau tak selalu hadir,

Dia membujuk gagak atau jangkrik tanpa konpensasi,

Bersama angin menyambut mentari..

 

(Banyumas, 26-01-11)

Bhens Koeli

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09529 seconds.