Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Sulang Kota Legen dan Siwalan Berita

Rembang - Pernahkah anda berkunjung ke Rembang? Jika anda berkesempatan tandang ke Kota Garam, sempatkanlah sejenak untuk mampir di Kecamatan Sulang. 

Di Sulang anda dapat menikmati wisata kuliner mencicipi lezatnya buah siwalan dan minuman legen (nira) yang bercitarasa khas. 

Di Kabupaten Rembang, tercatat hanya Kecamatan Sulang yang memiliki beberapa wlayah desa penghasil legen dan siwalan yang terus lumintu setiap waktu. Diantaranya; Desa Tanjung, Jatimudo, Bogorame, Kebonagung, Pranti dan Pedak. 

Di darah tersebut, Pohon Bogor atau Lontar yang merupakan tanaman sumber air legen dan siwalan, populasinya terus terjaga dan dibudidayakan. 

Bogor atau Lontar merupakan tanaman jenis palma yang banyak tumbuh di daerah pesisir yang beriklim panas dan kering. Tuban, Lamongan, Gresik, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso dan beberapa daerah sepanjang pantai utara (pantura) Pulau Jawa, merupakan daerah endemik tanaman Bogor. 

Di Rembang, Kecamatan Sulang menjadi satu-satunya daerah endemik tanaman yang buah dan airnya tersebut selalu diburu banyak orang. Siwalan dan legen, sudah menjadi ikon Kecamatan Sulang. Tak heran jika Kecamatan yang mempunyai 21 wilayah desa tersebut dijuluki Kota Legen dan Siwalan. 

Untuk mendapatkan legen dan siwalan di Sulang, bukan hal yang sulit. Beberapa pusat jajanan siwalan dan legen, bertebaran di sepanjang wilayah tersebut. 

Diantaranya, di sepanjang ruas jalan raya Rembang - Blora, tepatnya di depan Gor Rembang. Di komplek tersebut anda akan menjumpai puluhan warung tradisional yang berderet menjajakan buah siwalan yang sudah dikemas dalam bungkus plastik serta minuman legen, bahkan tuak yang tersaji dalam botol kemasan. Umumnya yang berjualan di komplek tersebut adalah para Petani Bogor asal Pedak dan Pranti. 

Sedangkan sentra penjualan legen dan siwalan lainnya adalah di sepanjang  ruas jalan yang menghubungkan Desa Landoh, Sulang dengan Kecamatan Sumber, Rembang. Lokasi tersebut merupakan tempat mangkal Petani Bogor asal Bogorame, Pranti dan Kebonagung. 

Pusat jajanan legen lainnya adalah sepanjang jalur Sulang ke arah barat menuju Sumber dan ke arah timur menuju Kecamatan Gunem. Disana, anda juga dapat menjumpai puluhan penjual legen asli asal Tanjung dan Jatimudo yang berderet di gubuk-gubuk bambu di sepanang jalur tersebut. 

Biasanya, legen asli ditampung dalam bambu yang panjangnya sekitar 50 cm yang disebut bumbung. Untuk menambah aroma yang lebih alami, bumbung yang telah disi oleh legen atau nira tersebut kemudian ditutup dengan dedaunan hijau atau yang lebih dikenal dengan sebutan serek. 

Serek selain berguna untuk memberikan aroma dedaunan alami yang khas, juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dari guratan wolo yang turut tersadap. 

Air nira atau legen keluar dari Pohon Bogor melalui tangkai tandan bunga yang sudah dipotong atau diiris atau dengan istilah lain disadap atau dideres. Tangkai tandan bunga inilah yang dalam bahasa Wong Sulang disebut dengan wolo.

Ada dua macam wolo yaitu wolo lanang dan wolo wadon. Wolo jantan dan wolo betina, semuanya bisa disadap air niranya. Namun biasanya, yang diambil niranya adalah wolo yang jantan. Sedangkan yang betina oleh Petani Bogor biasanya dibiarkan tidak disadap untuk diambil buahnya (siwalan). 

Sholeh, salah satu penjual legen dan siwalan asal Jatimudo, mengaku pada hari-hari biasa ia menjual legen perbotol seharga Rp 3000 hinggga RP 4000. Sedangkan buah siwalan ia menjualnya antara Rp 4000 hingga Rp 5000 per bungkus yang berisi sepuluh biji siwalan. 

“Alhamdulillah peminat legen dan siwalan dari luar daerah semakin banyak. Setiap hari semua dagangan laku terjual,” terangnya. 

.Menurutnya, puncak penjualan legen dan siwalan terjadi pada musim kemarau. Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, omset penjualan legen dan siwalan pada musim kemarau bisa naik mencapai empat kali lipat. “Kalau musim kemarau pasti kita sampai kehabisan stok,” tandasnya. 

Jika anda penasaran untuk menikmati lezatnya siwalan dan segarnya legen Sulang, silahka anda berkuliner ke sana. Dijamin anda akan ketagihan.  (Akhmad Muhtarom)

 

Komentar (6)

Page generated in 0.09561 seconds.