Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pusaran Beasiswa Yg Tak Berpusar Artikel

PBS FM - Mahasiswa Politani Adalah mahasiswa yang tergolong hidupnya sejahtera, bagi mahasiswa yang nendapat naungan pusaran beasiswa yang tak berpusar selama menjalani hari-harinya selama masa kuliahnya di politani.
Jika sebuah tulisan (nasib mahasiswa pecinta lembaga) yang mengatakan bahwa sebuah sifat tak professional sering kali terlihat di kampus politani yang tidak bisa membedakan antara mana profesi dan mana yang sifatnya mengarah ke pribadi, dan yang paling menyedihkan menurutnya adalah korban dari sikap yang tak professional itu adalah para mahasiswa pecinta lembaga. Benar tidaknya apa yang diungkapkan dalam tulisan tersebut bisa kita amati dan cari tahu sama-sama.

Berbicara mengenai masalah beasiswa di politani memang sangat menyenagkan dan terkadang membuat kita berangan-angan, sekaligus membuat makan hati. Bagaimana tidak, mungkin secara langsung penulis ungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu pada saat pengisian biodata untuk membuka rekening bank bagi mahasiswa penerima beasiswa sebagai syarat untuk menyalurkan hak kita sampai di tangan Sebuah untaian kata sempat sampai ketelinga penulis yang mengatakan bahwa “ siapa saja yang tidak ikut pada pengisian biodata tersebut pada hari dan waktu yang telah ditentukan oleh orang-orang birokarasi maka beasiswanya dicabut” ini mungkin hanya sebuah kalimat sederhana bagi orang-orang yang tidak mau peduli dengan apa perlakuan mereka (birokrasi) terhadap kita selama ini, tapi mungkin sebagian diantara kita yaitu orang-orang yang memiliki otak berfikir sejenak. “memang beasiswa ini punya mereka,seenaknya saja mengancam dan mengatur-ngatur sesuai dengan kehendak mereka” tidak cukup sampai disitu saja, pemotongan beasiswa juga sempat juga terdengar yang katanya bagi mahasiswa penerima beasiswa yang tidak ikut upacara 17 agustusan saat itu. Benar tidaknya mengenai pemotongan ini akan terlihat nantinya, yang jelas kalimat yang mengungkapkan tentang pemotongan beasiswa sempat terucap dari mulut salah seorang pegawai birokrasi. Yang jadi masalah lagi disini adalah apakah hal yang semacam ini memang aturan-aturan dari pusat atau kembali lagi pada konsep lama yaitu jiwa otoriter sang penguasa yang memanfaatkan jabatan sebagai keharusan baginya untuk mengembala sapi-sapinya.

Inti dari permasalahan mengenai masalah beasiswa disini yang ingin sedikit penulis kupas adalah mengenai beasiswa yang semuanya mengarah atau senggaja diarahkan kebidang prestasi akademik.
Beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) di peruntuhkan bagi mahasiswa yang berprestasi tinggi di bidang akademik dan beasiswa bantuan belajar mahasiswa (BBM) diperuntuhkan bagi mahasiswa yang kurang mampu, ini sangat jelas bahwa beasiswa BBM itu sangat jelas bagi orang-orang, tapi mengapa beasiswa untuk orang-orang miskin tidak bisa sampai kepada orang yang berhak mendapatkannya oleh karena adanya aturan yang mengikut sertakan penerima beasiswa BBM dari kalangan mahasiswa miskin tapi berprestasi di bidang Akademik.

Mengapa kembali diarahkan dan di ikut sertakan lagi peningkatan prestasi akademik untuk mendapatkan beasiswa untuk orang yang kurang mampu……????
Haruskah hanya perbedaan dan ketidaksejajaran otak membuat pemenuhan hak terabaikan….????

Tuhan menciptakan otak manusia itu sama tapi berbeda, bukankah otak manusia tersebut memiliki sifat memilah dan memilih sesuatu hal atau bidang yang disenanginya…???
Jadi, ketika cara dan tingkatan berfikir otak manusia itu berbeda, siapa yang akan di salahkan, mau protes terhadap Tuhan…????
Telinga penulis sudah sangat panas mendengar keluhan saudara sealmamater tentang pembagian beasiswa tersebut yang kelewatan aturan dan tidak profesional.

Jika yang penulis ungkap adalah sebuah kesalahan besar oleh karna yang demikian sudah ada aturan yang mengatur (aturan salah) yang datangnya dari pemerintah pusat.
Kita kembali mengingat tentang konsep hebat orang-orang birokrasi kampus yang diberi istilah TAKTISI. Jika suatu hal bisa di taktisi untuk sebuah kebaikan mengapa yang lain tidak, mengapa pembagian beasiswa tidak di taktisi juga dengan alasan untuk kebaikan dan pemenuhan hak mahasiswa yang benar-benar kurang mampu bukan mahasiswa yang dikurang mampukan dengan alasan kedekatan. (YC 120815)





” mengapa kita di paksa sejajar, saat Tuhan tak mensejajarkan kita dalam satu hal ”

Komentar (2)

  • 28 Apr 11 23:58 wib zalim

    birokrat.... kawan atau lawan....?

  • 2 Apr 11 18:09 wib Ari

    Sbg mhsiswa sbaiknya meretas ketidak adilan yg trjd pd brokrat kampus

Page generated in 0.22551 seconds.