Mari Belajar Beternak Belut ke Bandung
INDRAMAYU. Carilah ilmu sampai ke negri Cina. Pepatah itulah yang memotivasi petani Indramayu yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Demokratisasi Desa (PMPDD) untuk belajar beternak belut ke Bandung (13/10).
Sulitnya menutupi kebutuhan rumah tangga, gagal panen, serta mahalnya harga pupuk membuat petani mengalihkan pekerjaanya ke sektor lain. Belum lagi, kemarau yang panjang memaksa para petani untuk sementara waktu mening
galkan sawahnya. Hal ini yang membuat para petani memilih beternak belut sebagai usaha barunya.
Imran (27 th), anggota paguyuban petani, memaparkan, dirinya sangat antusias belajar beternak belut karena usaha ini menurutnya dapat mengatasi kesulitan ekonomi. Bagi Imran jarak yang jauh dan melelahkan tidak dirasakan sebagai halangan.
"Arep adoh arep bli, pokoke mah kita seneng melu belajar nernak welut," katanya.
Saefudin BA (50 th), ketua paguyuban petani,
menjelaskan, beternak belut merupakan salah satu cara untuk menutupi kebutuhan ekonomi anggotanya. Usaha ini dimaksudkan agar petani tidak selalu mengandalkan penghasilnya dari sawah. Akan tetapi ada sektor usaha lain yang dapat menopang kelangsungan hidupanya jika sawah tidak berpotensi lagi.
"Kalau mengandalkan dari sawah terus ya repot mas, apalagi sekarang ini air untuk irigasi saja sangat sulit didapat, di mana-mana kering," Ujarnya.
Usaha beternak belut sangatlah mudah dan tidak membutuhkan modal yang besar. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk usaha ini. Kita bisa memanfaatkan pekarangan rumah dan sawah sebagai tempat budidaya belut.
- Suara Kemayu FM
- Berita
- dibaca 153832x
- [104] komentar
Script timer: 0.370848 seconds.




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


