Kronologi Insiden Pengeroyokan oleh Oknum Anggota TNI
MAGELANG - Sabtu (27/11/2010) sekitar pukul 23.00 wib, korban ditelepon Rini, anak teman korban agar menjemput ke tempat pengungsian yang bersebelahan dengan Balai Desa Senden, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Tidak lama setelah itu korban langsung bergegas menuju tempat pengungsian yang memang sudah sering ia kunjungi. Sesampainya disana, tiba-tiba korban di cegat oleh aparat dan kemudian langsung membawanya masuk ke Balai Desa. Di Balai Desa, aparat tersebut menyuruh korban duduk di kursi lalu mereka meninggalkan korban. Seketika, datang sekitar 5 orang warga berpakaian sipil menghajar korban secara bertubi-tubi.
Menurut penuturan korban, pelaku mengeroyok korban secara bergantian tanpa ampun. Setelah 5 orang warga yang berpakaian sipil dari Desa setempat selesai memukuli korban, secara bergantian oknum aparat TNI dari Yon Armed 3 sambung Magelang juga melayangkan beberapa pukulan dan tendangan ke wajah, perut dan dada korban. Korban di keroyok di dalam salah satu ruangan dibalai desa dalam kondisi lampu sengaja dipadamkan.
“Saya memang langsung datang ke lokasi, tapi belum sampai masuk, tiba-tiba salah seorang aparat membawa masuk ke balai desa dan meninggalkan saya. Kemudian ada 5 orang warga yang masuk dan langsung menghajar saya. Setelah warga yang berpakaian sipil keluar gantian 4 anggota TNI juga ikut-ikutan menghajar. Sebenarnya diluar itu banyak orang, dan saya dihajar itu mereka tau tapi mungkin takut dengan aparat.”
“Di dalam ruangan yang gelap itu saya di hajar oleh mereka (aparat), 3 anggota berpakaian preman dan 1 berpakaian dinas lengkap. Bahkan salah seorang yang berpakaian lengkap sempat menggunting rambut saya. Setelah itu saya di pukul dan di tendang secara bertubi-tubi di bagian muka, perut dan dada. Bahkan juga sempat membanting saya dua kali.” Ungkap korban.
Korban Adalah Wahyu Hardjana (39) Warga tegalsari Dukun Magelang. Kesehariannya bekerja sebagai PNS yang berkantor di Polsek Dukun sebagai staf Tata Usaha. Ia adalah Ayah dari salah satu koordinator Relawan Jalin Merapi Magelang.
Petugas dari kepolisian sektor Mungkid datang agak terlambat mengamankan korban. Dalam keadaan ruangan yang gelap, seketika para pelaku penganiayaan berhamburan melarikan diri ketika anggota dari polsek Mungkid datang.
Korban yang sudah tidak berdaya kemudian di bawa ke Polsek Mungkid yang selanjutnya di bawa ke RSU Muntilan sekitar pukul 01.00 wib dini hari. Ketika dari pihak kepolisian menghubungi keluarga korban, mereka hanya bilang bahwa korban di keroyok massa bukan di pukuli oleh aparat TNI.
Masih menurut keterangan korban, seminggu sebelumnya memang pernah terjadi kesalahpahaman antara korban dan teman korban. Tapi itu sudah selesai dan sudah membuat surat pernyataan yang disepakati kedua belah pihak. Malam itu korban sama sekali tidak menyangka akan menjadi bulan-bulanan oknum aparat.
Korban saat ini masih dirawat secara intensif di Bangsal Melati RSUD Muntilan Magelang. Belum di ketahui secara pasti apa motif di balik pengeroyokan yang dilakukan oleh warga dan oknum aparat TNI ini. Sekarang kasus ini sedang di tangani langsung oleh Polres Magelang dan Provost Yon Armed 3 Sambung Magelang yang sudah mencari bukti-bukti dan meminta keterangan dari korban. (rfq)
- Suara Kampung Pintar
- Berita
- dibaca 2180x
- [6] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

