Turun Produksi Kemenyan Akibat Usia dan Penebangan
Tapanuli Utara, Humbahas - Pada tahun 2008, tercatat hasil produktivitas kemenyan masih berada di kisaran 309,20 kilogram per hektare dalam per tahun.
"Namun 2009 mengalami penurunan yang signifikan, yakni turun menjadi 222,87 kilogram per hektar," ungkap Lumbantoruan. Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Humbahas.
Penurunan produksi tersebut, disebabkan banyaknya penebangan-penebangan hutan belakangan ini. "Penyebabnya tentunya akibat semakin banyaknya penebangan hutan. Sebab, tanaman kemenyan itu ditanam di hutan. Sementara penanaman bibit baru tidak mengimbangi penebangan tersebut," ujarnya.
Maraknya penebangan hutan tersebut, dijelaskan Lumbantoruan, menjadi permasalahan dilematik antara pihaknya dengan pihak Dinas Kehutanan setempat. "Ada hal-hal teknis yang menyebabkan penurunan luas area perkebunan itu.
Dimana pihak kita sering bertolak belakang dengan apa yang diprogramkan oleh pihak Dinas Kehutanan," ujar Lumbantoruan tanpa menjelaskan persoalan teknis dimaksud.
Produksi kemenyan tejadi juga di Tapanuli Utara (Taput) khususnya di Kecamatan Parmonangan. Penurunannya bahkan mencapai 30 persen.
Hal ini diungkapkan T Manalu (50) petani kemenyan di kecamatan itu. Dipaparkannya, dari 1.500 pokok kemenyan miliknya, dibandingkan produksi tiga tahun lalu dengan tahun 2010, mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal jumlah pokok masih tetap. Penurunan tersebut menurutnya akibat faktor kemenyan yang sudah tua.
Dan pihaknya berencana meremajakan kembali kemenyan tersebut. Akan tetapi, petani mengaku kewalahan dalam hal modal saat peremajaan nantinya. "Setiap minggu, saya bisa menghasilkan kemenyan kelas tiga yang lazim dikatakan dengan tahir hanya sekitar 2 kg seharga Rp50 ribu per kg.
Sedangkan kemenyan super (sidukkapi) Rp100 ribu per kg. Padahal Sidukkapi tersebut kita dapatkan hanya sekali dalam satu tahun, dalam arti yang dapat kami ambil setiap minggunya hanya tahir," jelasnya.
Terpisah, S Pakpahan salah seorang penampung kemenyan di kecamatan tersebut menambahkan, saat ini, dirinya hanya dapat menampung kemenyan sekitar 150 kg per minggu.
Padahal dua tahun lalu, ia masih bisa menampung kemenyan hingga 500 kg per minggu. "Hal ini diakibatkan produksi kemenyan di daerah ini mengalami penurunan," pungkasnya. (lnwgt <hsl/rih)
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1020x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

