Pertaruhkan Nyawa Demi Kebenaran
Kanya D'Almeida
NEW YORK – ALMA Guillermoprieto adalah satu dari dua wartawan yang
menginvestigasi isu pembantaian di El Mozote, El Salvador, pada Desember 1981.
Karena pembantaian atas 1.000 warga sipil tak bersenjata itu dilakukan tentara
Salvador, yang didukung AS, pemerintahan Ronald Reagan berupaya memutihkannya.
Namun Guillermoprieto tak mau menyerah. Akhirnya pemerintah AS terpaksa
membenarkan laporannya.
Pada Selasa lalu, Guillermoprieto –bersama tiga perempuan luar biasa
lainnya– mendapat penghargaan atas karyanya pada acara 2010 Courage in
Journalism Awards di hotel Waldorf Astoria, New York.
Diselenggarakan International Women's Media Foundation (IWMF),
penghargaan itu diberikan kepada perempuan pemberani di seluruh dunia yang
terus menembus hambatan-hambatan pers untuk melaporkan dari garis depan negara
dan komunitas mereka.
Acara tahun ini berbarengan dengan ulang tahun IWMF ke-20, dan menjadi
perayaan atas kerja inovatif kelompok itu selama dua dekade demi kebebasan
media perempuan, sehingga penganugerahan itu merupakan sebuah penghormatan bagi
para penerimanya.
"[Acara penghargaan] ini adalah sebuah obat mujarab bagi
kesendirian pekerjaan kita,” kata Guillermoprieto saat menerima Lifetime
Achievement Awards atas liputan tak kenal takut selama beberapa dekade. Dia
menambahkan, pengakuan semacam ini adalah salep bagi luka-luka yang disebabkan
kebodohan dan sensor.
Ketiga pemenang lainnya sama-sama menarik, kisah inspiratif untuk
diceritakan. Claudia Duque, wartawan Kolombia yang meliput banyak hal dari
perdaganan anak untuk adopsi ilegal hingga pelanggaran HAM yang dilakukan
paramiliter negara, tak bisa menahan air matanya saat menerima penghargaan. Dia
tersentuh oleh kehadiran kolega-koleganya yang gagah berani.
Sejak membongkar polisi rahasia Kolombia, Administrative Department of
Security (DAS), yang memusnahkan bukti pembunuhan wartawan politik Jaime
Garzon, Duque beberapa kali menerima ancaman penculikan, perampokan, dan
pembunuhan. Namun yang paling kejam bagi Duque adalah ancaman penyiksaan,
pemerkosaan, dan pembunuhan terhadap putrinya yang berumur 10 tahun.
"Pemerintah menyadap email saya," kata Duque kepada IPS. "Salah satu isinya, saya
memberi tahu teman saya bahwa saya mengkhawatirkan putri saya karena dia
merupakan titik lemah saya. Satu bulan kemudian dia mendapat ancaman.”
Tak terpengaruh oleh teror itu, Duque terus menulis. "Penghargaan
ini didedikasikan untuk anak saya," katanya, "yang tetap berada di
sisi saya meski kami menjalani saat-saat paling buruk dalam hidup kami. Sayang,
kamu seorang pemberani; ini penghargaan untukmu."
Vicky Ntetema, wartawan Tanzania yang meliput untuk BBC sejak 1991, menekankan bahwa tugas
paling berat dari jurnalisme adalah menjadi suara bagi kaum tak bersuara (voiceless), "menulis tentang rakyat, untuk rakyat".
Ketika Ntetema mulai menginvestigasi isu di pasar gelap yang menjijikan
di Tanzania, yang membeli dan menjual bagian-bagian tubuh dari orang-orang
albino yang dimutilasi, dia seorang diri mengungkap sebuah kisah genosida yang
menempatkannya pada situasi berbahaya.
Pada 2007, Ntetema mendengar bahwa empat orang albino Tanzania dibunuh
secara brutal oleh para dukun yang menggunakan tangan, kaki, dan rambut
untuk ramuan, yang dipercaya bisa membawa keberuntungan. Menyamar sebagai
seorang pelanggan, Ntetema memperoleh akses ke lingkaran industri yang
menjijikan itu, tapi terbongkar ketika alat perekamnya terjatuh dari sakunya.
Sejak itu, meski beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan, Ntetema
terus menyelidiki praktik para dukun itu, yang memiliki pengaruh politik dalam
masyarakat tradisional Afrika. "Delapan puluh persen orangTanzania hidup
dengan satu dolar sehari," kata Ntetema. "Dan ramuan ini berharga
seribu dolar AS sekali tepuk. Permintaan datang dari orang-orang kaya."
Liputan Ntetema membawanya masuk ke lingkungan komunitas albino dan dia
kini lebih sebagai pengacara ketimbang seorang reporter. Saat ini dia menjabat
sebagai direktur eksekutif bagian media dan hubungan internasional untuk
organisasi advokasi Kanada, Under The Same Sun (UTSS), yang bertujuan
mempromosikan kesejahteraan masyarakat yang tak beruntung dan terpinggirkan.
"Alasan mengapa saya tak lagi meliput penuh waktu untuk BBC adalah karena saya telah
menyeberangi garis," kata Ntetema kepada IPS, "dan dalam jurnalisme kita tak bisa melakukannya. Sebagai
pendamping Persons With Albinism (PWA), akan sulit bagi saya untuk tak berpihak."
Ntetema mengatakan, organisasi seperti IWMF penting untuk kelangsungan
hidup dan proliferasi komunitas wartawan perempuan internasional.
"Perempuan menghadapi diskriminasi di segala bidang; jurnalisme tak
terkecuali," kata Ntetema kepada IPS.
"Ini dunia laki-laki."
Sayangnya, Tsering Woeser, penulis lepas sekaligus blogger asal Tibet
yang berbasis di Beijing, tak bisa menghadiri pemberian penghargaan karena
penyitaan paspornya oleh pemerintah China. Dalam pidato penerimaan dalam bentuk
rekaman, dia menekankan pentingnya media baru untuk menghindari “pagar api”
yang besar di China. Dia menyebut dirinya sebagai "mesin media, sebuah
senjata untuk ketidakberdayaan melawan kekuatan dunia, sebuah senjata
nonkekerasan dan nonkooperatif."
Guillermoprieto mengakhiri acara itu dengan menyerukan agar memberi
perhatian ke perbatasan kota Reynosa di Meksiko. Di sana, menurut Committee to
Protect Journalists (CPJ), kelompok kriminal Gulf mengontrol pemerintah,
polisi, pedagang kakilima, dan media.
Mengacu pada laporan CPJ terbaru pada bulan September, Guillermoprieto
menggambarkan situasi di Reynosa sebagai "eksperimen sosial atas
ketidakhadiran laporan pemberitaan".
Apakah “eksperimen” ini membuktikan bahwa sebuah dunia tanpa pers tak
taat hukum, mengerikan, dan suram, katanya. Tanpa pers tak ada demokrasi, tak
ada kebebasan, dan tentu saja tak ada harapan untuk hari esok yang lebih
menjanjikan.*
Translated by Basilius Triharyanto
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerja sama IPS dan Yayasan Pantau
- n/a
- Internasional
- dibaca 526x
- [0] komentar
Script timer: 0.363562 seconds.




Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu dikatakannya
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan
Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah 

