A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
31 Oct 2010

Plagiarisme di India

Imam Shofwan - n/a
BERKAS PENYERTA (1)
  • 1. application/msworddownload file

Ranjit Devraj

NEW DELHI, INDIA (IPS) – AKIBAT peristiwa memalukan atas pencabutan karya ilmiah dan sebuah laporan mengenai tanaman hasil rekayasa genetik, yang dibikin ilmuwan kondang di India, muncul seruan untuk bertindak lebih tegas terhadap praktik plagiarisme dan tak etis.

Komunitas ilmuwan India merasa terkejut ketika membaca pengumuman pencabutan atas tiga karya ilmuwan India itu yang dimuat Biotechnology Advances (BA), jurnal ilmiah internasional terkemuka, edisi November-Desember 2010.

Salah satunya “Microbial production of dihydroxyacetone”, diterbitkan BA pada Juli-Agustus 2008, dengan penulis Ruchi Mishra, Seema Rani Jain, dan Ashok Kumar –ketiganya dari fakultas ilmu biologi dan bioteknologi Institut Teknologi India (IIT) di Kanpur.

IIT, sebuah kelompok berisi 16 institut teknik dan teknologi otonom, dianggap menjadi kepentingan nasional oleh parlemen dan dikenal di seluruh dunia karena menghasilkan ilmuwan dan insinyur mumpuni.

Alasan BA atas pencabutan itu: “penulis menjiplak beberapa bagian dari makalah yang sudah terbit di sejumlah jurnal” sementara “salah satu syarat pengajuan makalah untuk publikasi adalah penulis menyatakan secara tegas bahwa karya mereka orisinal dan belum terbit di sebuah publikasi di tempat lain.”

BA kemudian menyatakan, “artikel itu melanggar sistem publikasi ilmiah. Komunitas ilmuwan punya pandangan sangat keras atas masalah ini dan kami meminta maaf kepada pembaca jurnal karena hal ini lepas dari perhatian kami selama proses pemuatan.”

Alasan yang sama diberikan atas penarikan makalah berjudul “Molecular imprinting in sol-gel” karya Radha Gupta dan Ashok Kumar, juga dari IIT Kanpur, yang dimuat BA edisi November-Desember 2008.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 10 Oktober, Sanjay Dhande, direktur IIT Kanpur, mengumumkan bahwa sebuah panel beranggotakan tiga orang akan menguji tuduhan plagiarisme itu dan menyerahkan hasilnya ke dewan gubernur pada 2 November 2010.

”Kami punya masalah serius dengan plagiarisme dan tak ada insitusi yang siap mengakuinya,” ujar K.L. Chopra, mantan direktur IIT di Kharagpur yang kini menjadi ketua Society for Scientific Values, sebuah lembaga pemantau independen yang beranggotakan 363 ilmuwan India terkemuka.

Chopra berkata kepada IPS bahwa India hanya satu dari beberapa negara, termasuk China, di mana plagiarisme merajalela. ”Bedanya, negara seperti China langsung bertindak tegas terhadap ilmuwan yang melakukannya.”

Pada awal tahun ini, dua dosen China langsung dipecat dua minggu setelah jurnal Acta Crystallographica Section E yang diterbitkan International Union of Crystallography, lembaga ilmuwan global dan nonprofit, mencabut makalah mereka dengan alasan plagiarisme.

Di India, ujar Chopra, masalahnya lebih sering terjadi pada institusi kecil dan kurang terkenal di mana para ilmuwan mengirimkan makalah pada jurnal internasional untuk publikasi tanpa tinjauan yang tepat dari sesama kolega.

Bahkan, makalah ketiga yang dicabut BA, berjudul “Nanosilver – the burgeoning therapeutic molecule and its green synthesis”, dikirim oleh ilmuwan yang relatif tak dikenal dari fakultas bioteknologi Universitas Kalasalingam di selatan negara bagian Tamil Nadu.

”Para ilmuwan berada di bawah tekanan untuk mempublikasikan dan seringkali tergoda untuk menijplak (cut-and-paste) dari internet dengan keyakinan yang salah bahwa mereka tak akan ketahuan,” kata Chopra. India perlu “mendirikan sebuah badan semiperadilan yang bisa mencoret atau mengambil tindakan lainnya terhadap ilmuwan yang melanggar etika.”

Chopra mengatakan, kasus plagiarisme tinggi di India karena negara ini menghadapi sejumlah masalah khas untuk hal ini. ”India negara miskin dengan perbedaan sosial yang tinggi, tapi juga berada di antara negara-negara yang maju secara ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Dia merujuk pada kehebohan akibat sebuah laporan yang mendukung komersialisasi terong brinjal hasil rekayasa genetik, yang dipresentasikan kepada Menteri Lingkungan Jairam Ramesh pada 24 September, oleh enam ilmuwan terkemuka India.

Sebagian dari laporan antar-akademi itu ternyata mencontek dari sebuah makalah yang didanai Monsanto, perusahaan raksasa bioteknologi dari Amerika Serikat.

Ramesh segera menolak laporan itu –yang ditulis Akademi Sains India, Akademi Teknik Nasional India, Akademi Sains Nasional India, Akademi Nasional Ilmu Pertanian, Akademi Nasional Ilmu Kesehatan, dan Akademi Sains Nasional– menyebutnya “bukan hasil penilaian ilmiah yang ketat.”

Terdorong untuk menanggapi teguran menteri, Mamannamama Vijayan, koordinator laporan itu, mengeluarkan pernyataan atas nama akademi-akademi itu yang mengakui “ketidaktepatan” menyalin teks tanpa kutipan dan referensi. Dia mengatakan, laporan ini akan dikaji ulang tapi “sangat tak mungkin rekomendasinya (mengenai terung transgenik brinjal) akan berubah.”

”Ada pelajaran di sini bagi kalangan akademik,” ujar Chopra. ”Mereka mungkin telah merugikan ketimbang membantu pengenalan tanaman hasil rekayasa genetik di negara ini dengan sebuah laporan yang dibuat dengan jelek.”

Kelompok lobi anti-rekayasa genetik segera menangkap peluang. Pada 18 Oktober, sebuah kelompok berisi 14 organisasi nonpemerintah mengirim petisi bersama kepada Perdana Menteri Manmohan Singh, meminta rektor keenam akademi itu dipecat karena menunjukkan “bias ilmiah yang berdampak serius bagi masa depan ilmu pengetahuan India serta relevansinya dengan kebutuhan negara.”

Mereka menekankan bahwa rektor Akademi Nasional Ilmu Pertanian Mangala Raid adalah anggota dewan Indo-U.S. Knowledge Initiative in Agriculture, Research and Marketing, yang “agresif mendorong riset tanaman hasil rekayasan genetik di India.”

”Di zaman ketika ilmu pengetahuan dan teknologi memainkan peran penting dalam pembangunan sosial-ekonomi, negara ini perlu mendorong keunggulan dan menjamin akuntabilitas,” ujar Devinder Sharma, salah seorang penandatangan petisi. ”India perlu berhati-hati begitu secara terbuka ingin menjadi pemimpin dunia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.” *

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait
Internasional: 13 Jul 10 14:59 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Pameran 101 Seksualitas

Internasional: 12 Jul 10 16:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Tumpahan Minyak dan Pembatasan Media

Internasional: 8 Jul 10 21:40 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Gotong Royong Demi Air

Internasional: 7 Jul 10 21:09 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Komunitas Triqui Menanti Perubahan

Internasional: 1 Jul 10 14:54 WIB
Koresponden  \ Imam Shofwan

Terlalu Muda untuk Tahu dan Mati

Analisis

Gerakan Hijau, Kecil tapi Indah

Sebuah program kegiatan bertajuk Green and Clean (hijau dan bersih) dilaksanakan di Kelurahan Terban Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Program ini melibatkan Kelurahan Terban bekerja sama dengan Pemerintah

5 KONTEN TERBARU

01:35
Musim panen tebu telah tiba seiring telah dimulainya proses giling oleh beberapa pabrik gula (PG) di Jateng. Petani tebu di Kabupaten Rembang menyambut girang musim panen sambil berharap cuaca bisa Berita > Rembang > Rembang Cyber
20:08
 ANDOOLO (SK) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe Selatan Tahun Anggaran 2011 tidak berpihak kepada masyarakat miskin (pro poor), dapat terlihat dari sisi manfaat dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
09:33
 MALINO (SK) - Canada International Develompent Agency (CIDA) melalui program Better Apporoach to Service Provision Through Increased Capacities (BASICS) mengelar pelatihan terkait Analisis dan Berita > Sulawesi Tenggara > Ibrahim
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (sekdaprovsu) H.Nurdin Lubis, SH menyatakan Pemprovsu siap mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) dan Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:59
Medan (Suara Komunitas.net) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, RSU Permata Bunda, Klinik Spesialis Bunda dan Hotel Garuda Plaza Medan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan bantuan kacamata Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Medan (Suara Komunitas.Net) – Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.  Hal itu dikatakannya Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
21:58
Batubara(Suara Komunitas.Net) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Zarhalwi menyampaikan selamat bekerja bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan Berita > Sumatera Utara > Tanjung Bunga
00:47
Blangpidie, Abdya- Masyarakat Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya dalam sepekan terakhir dihebohkan oleh kabar pelecehan seksual terhadap beberapa orang siswi,sebuah Berita > Aceh > Genta FM
00:45
Blangpidie,Aceh Barat Daya- Air mata yang menetes terlihat membasahi kedua belah pipi Jusmanidar.Ibu dari Empat anak ini baru saja menangisi kepergian "Rahul",orang utan hewan piarannya.Kesedihan Berita > Aceh > Genta FM
00:31
 Sauara komuanitas – Ribuan Warga Kecamatan Banda Baro Kabup Aten Aceh Utara Selasa 15 Mei 2012 Tumpah Ruah Dihalaman Mesjid Kecamatan Tersebut Dalam Rangka Menyaksikan Penutupan Musabaqah Berita > Aceh > Wahyu MK

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.372229 seconds.